Ia juga menilai pembangunan JBC memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, hingga pelaku UMKM lokal.

“Peningkatan aktivitas ekonomi tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Meski demikian, Elas mengingatkan agar pembangunan modern tetap berjalan dalam koridor hukum dan prinsip keadilan sosial. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan pertumbuhan investasi tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, tata ruang, serta perlindungan terhadap ekonomi masyarakat kecil.

“Modernisasi yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa meninggalkan nilai keadilan sosial,” tegasnya.

Secara objektif, lanjut Elas, pembangunan JBC telah membawa dampak positif terhadap wajah pembangunan Provinsi Jambi dan menjadi simbol bahwa daerah tersebut sedang bergerak menuju wilayah yang lebih modern, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan zaman.

Baca juga:  Jadi Magnet Mahasiswa, JBC Hadirkan Ruang Kreatif Hingga Tempat Diskusi yang Nyaman

“Ini menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri daerah bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatera,” katanya.

Ia menambahkan, JBC bukan hanya sekadar bangunan fisik atau pusat bisnis modern, tetapi juga simbol optimisme baru bagi masa depan Provinsi Jambi.

“Pembangunan JBC mengubah wajah Jambi menjadi lebih maju, modern dan kompetitif. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Jambi.” pungkasnya. (*)