Pemkot Jambi menargetkan keberadaan bentor tersebut mampu menghapus praktik pembuangan sampah sembarangan dan menata ulang kawasan yang selama ini menjadi titik pembuangan sampah liar.

“Seiring pengoperasian bentor OPBM yang mulai berjalan, TPS liar di wilayah Lingkar akan kita tutup, dibersihkan, dan dijadikan taman atau ruang yang lebih bermanfaat,” kata Maulana.

Untuk mendukung pengawasan lingkungan, pemerintah juga memasang dua unit kamera pengawas (CCTV) di RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan.

Maulana mengajak masyarakat membangun kesadaran baru bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kota Jambi bersih adalah jihad kita bersama. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita disiplin membuang sampah sesuai aturan dan memanfaatkan layanan OPBM secara maksimal,” ujarnya.

Baca juga:  Diikuti 102 Peserta, Disparbud Kota Jambi Resmi Buka Ajang Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi 2026

Ke depan, masyarakat juga didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah, terutama sampah plastik, botol, dan kaleng yang memiliki nilai ekonomi guna membantu pembiayaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu, Ketua RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan, Khairul Rahman, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah melalui Program Kampung Bahagia.

Menurutnya, program tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun penguatan pengawasan lingkungan.

“Kami mendapatkan pembangunan jalan sepanjang 37 meter ditambah swadaya masyarakat sekitar Rp34 juta, serta dua unit CCTV yang akan dipasang di titik strategis,” ujarnya.

Ia juga menilai bantuan bentor OPBM akan menjadi solusi penting dalam menjaga kebersihan kawasan permukiman.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Serahkan Tali Asih dan Gratiskan PBB bagi Veteran di HUT RI ke-80

“Bentor inilah yang nantinya membersihkan kampung kami. Tempat-tempat pembuangan sampah liar akan ditutup dan kami mengajak masyarakat mendukung penuh program ini,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Program Kampung Bahagia diarahkan tidak hanya untuk membangun lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjaga nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi identitas masyarakat Jambi. (*)