“Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T. Mereka sangat berterima kasih karena walaupun sebenarnya, sesuai undang-undang, tanggung jawab pembangunan itu berada pada pemerintah daerah, namun karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah tersebut, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami laksanakan di seluruh Indonesia,” tutur Abdul Mu’ti.
Selain revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul. Menurutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan standar yang terintegrasi.
“Sekolah ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama. Tahun ini direncanakan akan dibangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Dari usulan yang masuk, sudah ada 36 lokasi yang kami seleksi. Tahun ini, insyaallah lima sekolah akan dibuka di balai-balai yang dimiliki Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, satu di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan lainnya akan dibangun baru di daerah yang telah diseleksi,” pungkas Abdul Mu’ti.
Melalui percepatan revitalisasi lebih dari 71 ribu sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa adalah investasi di bidang pendidikan.
Pemerintah berkomitmen memastikan setiap anak Indonesia, dari perkotaan hingga pelosok negeri, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan pendidikan yang layak, modern, dan berkualitas. (*)





Tinggalkan Balasan