TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut bahwa hampir 80 persen petani Indonesia saat ini tidak lagi memiliki sawah maupun kebun.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 di Gedung Swarna Bhumi, Selasa (2/6/2026).
Menurut Zulhas, kondisi tersebut merupakan dampak dari perubahan besar yang terjadi di sektor pangan dan pertanian dalam kurun waktu 33 tahun terakhir.
“Petani dulu punya kebun, punya sawah. Sekarang boleh dicek, rata-rata petani tidak punya kebun, tidak punya sawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak petani yang kemudian beralih menjadi buruh tani dan bekerja pada perusahaan-perusahaan perkebunan.
Selain itu, Zulhas juga menyoroti adanya paradoks di sejumlah daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi masyarakatnya justru masih hidup dalam kemiskinan.
“Bahkan ada paradoks, di mana ada kekayaan sumber daya alam, di situ ada kemiskinan. Tambang-tambang diambil, begitu selesai kemudian ditinggalkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyebabkan masyarakat kehilangan lahan yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk bertani dan berkebun.
Zulhas juga menyinggung dampak sistem pasar bebas yang dinilainya turut menggerus sendi-sendi perekonomian rakyat.
Ia mengingatkan bahwa pada masa pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto, pola pengelolaan perkebunan sawit masih menerapkan sistem inti dan plasma yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat.
“Zaman Pak Harto, perkebunan sawit itu masih inti dan plasma. Yang inti tidak boleh 20 sementara plasma 80. Pendek kata, perkebunan itu usaha rakyat,” katanya.





Tinggalkan Balasan