“Kami juga melakukan pengadaan di bidang sosial dan ekonomi, termasuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat yang bergotong royong membangun dan memperbaiki drainase,” katanya.
Selain itu, Solahudin menyatakan dukungannya terhadap transformasi tata kelola persampahan melalui penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini tengah digencarkan Pemerintah Kota Jambi.
“Melalui OPBM, pengelolaan sampah dilakukan secara lebih tertib dengan sistem pengumpulan sampah langsung dari rumah ke rumah, sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan,” ucapnya.
Terkait pelaksanaan OPBM, Solahudin mengatakan bahwa saat ini RT 02 telah memiliki dua tenaga pengangkut sampah yang berasal dari warga setempat.
“Kami memang belum memiliki kendaraan operasional OPBM. Namun, warga berinisiatif menggunakan kendaraan pribadinya untuk pengangkutan sampah. Sebagai timbal balik, masyarakat yang menggunakan jasa tersebut memberikan iuran bulanan sesuai kesepakatan bersama,” katanya.
Dengan berjalannya OPBM di wilayahnya, Solahudin tidak menampik adanya sebagian masyarakat yang memberikan respons negatif. Namun, menurutnya, hal tersebut disebabkan minimnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang dari program OPBM.
Melalui pemanfaatan Program Kampung Bahagia yang dilaksanakan secara gotong royong, masyarakat RT 02 terus mengoptimalkan penataan lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga guna menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata dan harmonis.
Pelaksanaan Program Kampung Bahagia dan OPBM di RT 02 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi RT lainnya untuk terus berinovasi dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, visi mewujudkan kampung yang bahagia, nyaman, dan berkelanjutan diyakini dapat tercapai secara optimal. (*)





Tinggalkan Balasan