1. Finansial: Dukungan dana hibah sehat & teratur dari Pemda untuk operasional lembaga.

2. Manajemen Kelembagaan: Tata kelola bersih, akuntabel, modern, terstruktur.

3. Eksistensi Kultural: Konsisten menggelar event adat, upacara, dan diklat budaya untuk generasi muda.

4. Transformasi Teknologi: Aktif di media sosial, punya website resmi, hingga perpustakaan digital pelestarian budaya Melayu Jambi.

“LAM Kota Jambi tidak hanya penjaga tradisi, tapi lembaga adat yang adaptif di era digital tanpa kehilangan ruh kemelayuannya,” tegas Datuk Aswan.

Puncak Hari Adat Melayu dihadiri Gubernur Jambi, Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi, Ketua-Sekretaris LAM Kabupaten/Kota, pengurus HPMJ, Kelompok Belajar Adat se-Provinsi Jambi, dan tamu undangan. (*)

Baca juga:  Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Perkuat Sinergi dan Kerukunan Umat