TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Politeknik Jambi (Poljam) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter mahasiswa berbasis nilai-nilai adat dan budaya Melayu.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di ruang seminar Politeknik Jambi pada Senin, (7/7/2025) dengan dihadiri langsung oleh Direktur Politeknik Jambi, Ir. Hj. Hilda Porawati, M.T, Kepala Bagian Kerja Sama dan Alumni, Dedi Handoko, SE.,M.M, delapan Kepala Program Studi Poljam, serta Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat Usman, S.E bersama jajaran.
Direktur Politeknik Jambi menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pembentukan moral, adab, dan karakter mahasiswa melalui integrasi nilai-nilai budaya Melayu ke dalam proses pembelajaran.
“Bagaimana nantinya LAM Kota Jambi dapat menghadirkan pendidikan karakter yang beradab dalam perkuliahan. Nilai-nilai budaya ini akan kami sisipkan dalam rencana pembelajaran tiap semester,” ungkap Hilda.
Menurutnya, fenomena degradasi moral mahasiswa menjadi salah satu alasan utama kerja sama ini dibentuk. Ia menyayangkan semakin jarangnya mahasiswa yang menunjukkan sikap sopan, hormat kepada yang lebih tua, dan menjunjung tinggi adab.
“Ilmu tinggi tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan adab yang tinggi. Ini penting di era keterbukaan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, menyambut baik kerja sama ini sebagai ruang kolaborasi untuk memperluas penyebaran budaya dan nilai-nilai adat Melayu Jambi, khususnya di kalangan generasi muda yang ada di Jambi maupun luar Jambi.
“Kami ingin melakukan inovasi bersama Poljam. Salah satunya dengan menghadirkan media digital seperti website khusus dan perpustakaan digital yang memuat sejarah, budaya, dan adat istiadat Melayu Jambi,” jelas Aswan.

Ia menambahkan, LAM Kota Jambi saat ini memiliki lebih dari 1.000 buku terkait adat Melayu yang siap didigitalisasi. Inisiatif ini diharapkan bisa mendukung kebutuhan riset, penulisan ilmiah, hingga pelestarian budaya berbasis teknologi.
“Perpustakaan digital ini akan menjadi yang pertama berbasis Adat Melayu di Provinsi Jambi. Ini akan sangat membantu peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang akan membuat skripsi, tesis hingga disertasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, LAM Kota Jambi juga membuka ruang bagi mahasiswa Politeknik Jambi untuk belajar langsung tentang sejarah, budaya, dan adat Melayu melalui kunjungan ke kantor LAM Kota Jambi.
MoU ini diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Poljam sebagai tanda dimulainya kerjasama positif ini. (Aas)



Tinggalkan Balasan