TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan. Menurutnya, ijazah bukan lagi satu-satunya penentu seseorang dapat bersaing di dunia industri, melainkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri pembukaan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazar UMKM Polda Jambi di Lippo Mall Jambi, Senin (22/6/2026).
“Ijazah itu perlu, tetapi tidak terlalu penting. Yang dibutuhkan dunia kerja adalah sertifikasi profesi dan sertifikasi kompetensi,” ujar Afriansyah.
Ia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memperluas akses sertifikasi kompetensi bagi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dunia industri dapat lebih sesuai dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia.
Afriansyah juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Ia menyebut, berdasarkan pengamatannya, sebagian besar peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Seharusnya lulusan SMK sudah memiliki keterampilan. Namun faktanya, banyak yang masih harus mengikuti pelatihan di BLK. Ini menunjukkan link and match antara pendidikan dan dunia kerja masih perlu diperkuat,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan vokasi harus disesuaikan dengan potensi daerah agar tenaga kerja yang dihasilkan benar-benar dibutuhkan oleh industri.
Untuk Provinsi Jambi, kata Afriansyah, sektor perkebunan sawit, pertanian, hingga pariwisata menjadi bidang yang perlu menjadi perhatian dalam menyiapkan sumber daya manusia.
Selain meningkatkan kompetensi, Afriansyah juga menekankan pentingnya memperluas lapangan kerja agar masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa terbatasnya kesempatan kerja dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat masuk ke sektor ilegal, termasuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah turut menyampaikan dua program nasional Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026, yakni Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 70 ribu peserta dan Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Program Magang Nasional diperuntukkan bagi lulusan baru jenjang D1 hingga S1 tahun 2025–2026. Peserta akan mengikuti program magang selama enam bulan dengan memperoleh insentif setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing.
Untuk Provinsi Jambi, besaran insentif tersebut mencapai sekitar Rp3,4 juta per bulan.
Sementara peserta Pelatihan Vokasi Nasional akan mendapatkan pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi dari BNSP, serta bantuan transportasi selama mengikuti pelatihan.
Afriansyah menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan siap memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jambi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.
“Saya berharap kolaborasi ini terus diperkuat. Sebagai putra Jambi, saya ingin bersama Gubernur membangun program ketenagakerjaan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan