TANYAFAKTA.CO, KERINCI – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan ideologis usai berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci, Jambi, dalam rangka memperingati Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno pada Minggu, (21/6/2026) lalu.

Sembari mengibarkan bendera PDI Perjuangan di puncak gunung api tertinggi di Indonesia tersebut, Hasto menjadikan momentum itu sebagai simbol semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Dalam rangka Bulan Bung Karno, bendera PDI Perjuangan berkibar dengan gagah perkasa di puncak Gunung Kerinci. Ini melambangkan tekad dan semangat juang untuk terus menyalakan api perjuangan Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, semangat perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata bagi Indonesia, mulai dari mencintai bumi, merawat pertiwi, hingga memperkuat keberpihakan kepada rakyat marhaen.

Baca juga:  Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024 Ditunda

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menggelorakan semangat cinta tanah air serta menjadikan politik sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat.

Hasto menyampaikan, Megawati Soekarnoputri mengajarkan bahwa politik harus digerakkan oleh nilai-nilai Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

“Karena oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan bahwa politik itu digerakkan oleh nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan kebangsaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” katanya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan Megawati juga mengajarkan para kader untuk memiliki keyakinan politik, keteguhan sikap, serta keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.

“Dari keyakinan dan keteguhan itu akan lahir keberanian, dan dari keberanian akan lahir kebenaran, selanjutnya menciptakan kesabaran, hingga kebenaran Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaran akan menang,” ujar Hasto.

Baca juga:  Galeri Siginjai dan Holden Caffe Resmi Dibuka di Kantor Wali Kota Jambi

Di puncak Gunung Kerinci setinggi 3.805 MDPL tersebut,  Hasto juga menyempatkan diri berdoa untuk nusa dan bangsa, terlebih dalam kondisi Indonesia saat ini.

“Meskipun saya bukan pemanjat gunung, dari atas puncak ini kita bisa berkontemplasi, sembari mendoakan Ibu Megawati dan keluarga, serta bangsa dan negara kita dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hasto Kristiyanto menunjukkan kondisi fisik yang prima setelah menjalani pendakian selama tiga hari dua malam di Gunung Kerinci.

Hasto berhasil menyelesaikan perjalanan turun menuju kaki gunung dalam waktu kurang dari lima jam. Dengan langkah mantap kembali menyentuh tanah, ia menegaskan bahwa pendakian tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol pengejawantahan pikiran dan semangat Bung Karno serta Megawati Soekarnoputri.

Baca juga:  PDI Perjuangan Provinsi Jambi Siap Menang di Pilwako Jambi

Di usianya yang hampir menginjak enam dekade, ketegaran yang ditunjukkannya menjadi gambaran bahwa semangat juang yang diwariskan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri tidak pernah surut oleh waktu.

Dari ketinggian Kerinci hingga bumi pertiwi, pesan yang dibawanya menggema bahwa politik harus tetap menjadi jalan pengabdian, dan kebenaran pada akhirnya akan selalu menemukan jalannya.

Bagi Hasto, pekik “Merdeka” di penghujung rimba menjadi pengingat bahwa perjuangan bagi rakyat marhaen tidak pernah benar-benar usai dan akan terus digelorakan bersama seluruh kader di berbagai penjuru Nusantara. (*)