TANYAFAKTA.CO, SUNGAI PENUH – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE atau Hesti Haris menegaskan makna sesungguhnya dari sholawat sebagai bentuk cinta dan pengagungan seorang hamba kepada Rasulullah SAW melalui doa, pujian, serta amal nyata.

Hal tersebut disampaikan Hesti Haris saat menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat yang dirangkaikan dengan kegiatan Supervisi dan Evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., jajaran OPD Pemerintah Kota Sungai Penuh, BAZNAS Kota Sungai Penuh, pengurus dan kader PKK, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Hesti Haris mengajak masyarakat menjadikan sholawat bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai pembiasaan yang mampu menghadirkan ketenangan, mempererat ukhuwah, serta membangun lingkungan sosial yang harmonis.

“Gerakan ini juga diharapkan menjadi ruang bersama dalam menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama,” ujar Hesti Haris.

Ia menyampaikan bahwa sholawat Nabi merupakan amalan utama dalam Islam yang memiliki banyak manfaat spiritual, terutama dalam menenangkan hati dan pikiran.

Baca juga:  Walikota Jambi Kerahkan 42 Petugas Periksa Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1446 H

“Membaca shalawat secara rutin sejatinya dapat meredakan kegelisahan, menghilangkan kesedihan, serta membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang dan penuh harapan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hesti Haris juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan gadget, internet, dan kecerdasan buatan (AI) di kalangan anak usia dini.

Menurutnya, perkembangan teknologi memiliki sisi positif karena mampu mempercepat akses ilmu pengetahuan, meningkatkan kreativitas, serta membuat anak lebih mengenal dunia digital. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga dapat memberikan dampak negatif.

“Dokter anak dan psikolog mencatat adanya peningkatan kasus anak sulit fokus, tantrum saat gadget disita, gangguan tidur, hingga berkurangnya interaksi langsung dengan keluarga,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentengi anak dengan nilai agama dan pembentukan karakter.

“Anak kita harus dibentengi ilmu agama. Orang tua bisa membatasi screen time satu jam sehari, lalu menggantinya dengan kegiatan positif seperti mengaji setelah maghrib, hafalan surat pendek, dan diskusi akhlak sebelum tidur,” jelasnya.

Selain memperkuat nilai keagamaan, Hesti Haris juga mengajak masyarakat untuk kembali melestarikan budaya Melayu, khususnya tradisi berpantun.

Baca juga:  Al Haris Lantik Puluhan Pejabat Eselon III, Eselon IV dan Pejabat Fungsional

Menurutnya, pantun bukan sekadar hiburan dalam acara adat atau pernikahan, tetapi merupakan bagian dari identitas dan kualitas kebudayaan Melayu yang perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

“Indonesia adalah negeri Melayu yang sejak dulu identik dengan pantun. Kita harus menggerakkan kembali tradisi lama, termasuk berpantun,” kata Hesti.

Ia menuturkan, pantun tetap relevan digunakan dalam berbagai konteks, termasuk forum resmi tingkat tinggi, sebagai bentuk komunikasi yang elegan dan bermartabat.

Hesti Haris juga mendorong integrasi budaya berpantun dalam berbagai kegiatan PKK, pelatihan masyarakat, serta kolaborasi dengan lembaga adat untuk memperkuat pelestarian budaya Melayu.

Dalam sesi wawancara bersama awak media, Hesti Haris mengapresiasi Pemerintah Kota Sungai Penuh yang telah merespons dan menjalankan Gerakan Jambi Bersholawat.

“Alhamdulillah di Sungai Penuh dimulai, wali kota sudah sangat paham sehingga para anggota PKK kota sudah mulai melaksanakannya. Bahkan sudah dirasakan oleh masyarakat manfaat bersholawat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyampaikan bahwa kebersamaan dan kesiapan menghadapi era digital menjadi hal penting bagi masyarakat saat ini.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Dukung Pembinaan Atlet Muda Lewat Piala Soeratin

Ia menilai Gerakan Jambi Bersholawat dapat menjadi salah satu upaya membentuk karakter generasi muda ke arah yang lebih baik.

“Dengan adanya sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat bisa membawa perubahan tingkah laku generasi muda ke arah yang lebih baik,” kata Alfin.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar mampu membedakan fakta, opini, dan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Dengan adanya kita bersholawat akan mempermudah segala urusan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin menyampaikan apresiasi atas kehadiran TP PKK Provinsi Jambi dalam rangka sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat dan supervisi evaluasi program PKK.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sosial, pemberdayaan perempuan, serta mendorong kegiatan kreatif masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan sholawat bersama dan doa untuk Provinsi Jambi agar senantiasa aman, damai, dan penuh keberkahan.

Pada kesempatan tersebut, TP PKK Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan buku panduan Belajar Mandiri Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an dukungan dari BAZNAS Provinsi Jambi untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat. (*)