GEMA PB mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo pada 2022 juga pernah memberikan arahan agar Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi seluas 3.981 hektare dilestarikan sebagai jejak peradaban bangsa bagi generasi mendatang. Namun, hingga 2026, organisasi tersebut menilai arahan tersebut belum terlaksana secara optimal.
Candi Muaro Jambi sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 259/M/2013. Selain itu, sejak 2009 kompleks percandian tersebut telah dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, meski hingga kini belum memperoleh pengakuan tersebut.
GEMA PB menilai salah satu faktor yang menghambat upaya tersebut adalah masih adanya aktivitas stockpile batu bara di sekitar kawasan cagar budaya, khususnya di Desa Niaso dan Desa Kemingking.
Organisasi itu juga menyoroti komitmen Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang belakangan aktif membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Lapor!.
Menurut GEMA PB, langkah tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, termasuk terkait perlindungan kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi.
Melalui surat aspirasi yang diserahkan kepada Wakil Presiden, GEMA PB menyampaikan tiga tuntutan utama.
Pertama, mendesak aparat penegak hukum, mulai dari Kapolda Jambi hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, untuk mengusut dan menindak dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan aktivitas stockpile batu bara di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi.
Kedua, meminta pemerintah, mulai dari Menteri ESDM, Gubernur Jambi, Bupati Muaro Jambi, Wali Kota Jambi, hingga Kepala KSOP Kelas III Talang Duku, bersinergi menghentikan operasional stockpile batu bara yang masih beroperasi di sekitar Desa Niaso dan Desa Kemingking.
Ketiga, mengajak organisasi lingkungan hidup, khususnya WALHI, untuk turut memberikan perhatian terhadap perlindungan Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya dan warisan sejarah bangsa. (*)





Tinggalkan Balasan