Menurutnya, keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam mengelola isu sosial, hubungan dengan stakeholder, keamanan, serta penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara konsisten.
“Kami ingin memastikan Pertamina dan seluruh mitra memiliki pemahaman yang sama bahwa keberhasilan operasi bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, berbagai potensi gangguan operasi dapat diminimalkan sehingga target produksi dapat dicapai secara aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa secara umum implementasi komitmen para mitra terhadap pengelolaan aspek sosial, stakeholder, keamanan, dan HSSE telah menunjukkan capaian yang baik. Namun demikian, kondisi operasional yang dinamis menuntut adanya monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar setiap potensi risiko dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini.
Oleh karena itu, PEP Jambi terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan komitmen mitra kerja, mulai dari pemenuhan kewajiban dalam kontrak, implementasi HSSE Plan, hingga pengelolaan isu sosial, stakeholder, dan keamanan di wilayah operasi.
“Sebagian besar komitmen telah dijalankan dengan baik, bahkan tingkat implementasinya cukup tinggi. Namun kami ingin memastikan pelaksanaannya benar-benar efektif di lapangan. Karena itu, diperlukan monitoring dan evaluasi yang lebih sistematis dan berkelanjutan agar potensi gangguan operasi di lapangan dapat diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Melalui SIMFONI MIGAS 2026, PEP Jambi berharap terbangun budaya kolaborasi yang semakin kuat antara perusahaan dan seluruh mitra kerja. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya operasi migas yang aman, andal, selamat, serta berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional dan penguatan ketahanan energi Indonesia.
Tentang Pertamina EP (PEP) Jambi
PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Kegiatan operasional PEP Jambi berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Area operasional PEP Jambi tersebar di tiga kabupaten/kota yang mencakup delapan kecamatan dan 26 desa.





Tinggalkan Balasan