“Sebagai dosen, saya merasa tidak selalu harus mengajarkan hal-hal yang rumit di dalam kelas. Justru melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar secara langsung dari proses yang mereka jalani. Saya sendiri masih dosen baru, sehingga banyak belajar dari semangat, fokus, dan kreativitas adik-adik dalam menyusun karya. Pengalaman seperti ini akan menjadi kenangan yang berharga bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Nerissa Kusuma Shakila berharap infografis yang mereka hasilkan dapat menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana.
“Kami berharap infografis ini dapat mengajak lebih banyak orang untuk ikut melestarikan mangrove. Tidak harus melalui langkah besar, tetapi dimulai dari kebiasaan kecil dan tidak merusak lingkungan,” tuturnya.
Senada dengan itu, M. Dendy Utama Surya berharap karya tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Semoga infografis ini dapat menjadi referensi atau contoh dalam program pelestarian ekosistem mangrove. Mangrove memiliki peran yang sangat penting sehingga kita perlu menjaganya dan menghindari penebangan yang dapat merusak keseimbangan alam,” katanya.
Menutup wawancara, Andita Minda Mora berpesan agar mahasiswa tidak ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.
“Saya berharap UNJA terus menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan sesuai visi dan misinya. Kepada mahasiswa, jangan takut untuk berkarya. Saat ini, yang menjadi nilai lebih bukan hanya jurusan, tetapi juga keterampilan yang dimiliki. Manfaatkan masa menjadi mahasiswa untuk terus belajar, berproses, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujarnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Melalui kreativitas dan riset yang dikemas dalam bentuk infografis, tim UNJA berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjaga ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang. (*)




Tinggalkan Balasan