Salah satu bentuknya adalah pendampingan kelompok perajin pandai besi. Dukungan diberikan mulai dari pengurusan legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi dan alat pelindung diri, hingga pembiayaan studi banding untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Salah satu koperasi yang memperoleh pendampingan adalah Koperasi Melati Jaya Steel.

Selain itu, PTPN IV PalmCo mendukung operasional dan program inkubasi di sejumlah Rumah BUMN, antara lain di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.

Pelaku usaha yang mengikuti program tersebut memperoleh pelatihan, termasuk mengenai pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

“Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir. Kami memfasilitasi legalitasnya, memperbarui alat produksinya, dan membekali mereka dengan pengetahuan membaca pasar digital,” ujar Jatmiko.

Baca juga:  OJK: Aset Keuangan Syariah Nasional Capai Rp3.131 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penanaman Pohon Terus Meningkat

Di bidang lingkungan, PTPN IV PalmCo meningkatkan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga tutupan lahan dan sumber resapan air sekaligus mendukung peta jalan dekarbonisasi perusahaan.

Kegiatan penanaman pohon produktif dan pohon peneduh dilakukan di berbagai wilayah operasional, termasuk dalam rangka memperingati Hari Bumi pada April 2026.

Jumlah pohon yang ditanam menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 8.750 pohon ditanam. Jumlah itu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sementara hingga pertengahan 2026, jumlah pohon yang ditanam mencapai 50.305 pohon.

Dengan demikian, sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026, total pohon yang telah ditanam PTPN IV PalmCo mencapai 76.555 pohon.

Baca juga:  Gelar Ekspedisi di 7 Provinsi, PalmCo Jadikan Safari Ramadan Momentum Konsolidasi dan Penguatan Integritas Karyawan

“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu,” kata Jatmiko.

Selain program lingkungan, dana TJSL juga digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Alokasi tersebut mencakup pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan dan pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan penghubung antardusun, serta pemenuhan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah.

PTPN IV PalmCo menyatakan efektivitas seluruh program yang telah berjalan pada semester I-2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan program TJSL pada semester berikutnya.

Disampaikan Jatmiko, posisi perusahaan yang banyak beroperasi di wilayah pedesaan membuat hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.

Baca juga:  Catat Kinerja Positif, Produksi TBS PTPN IV Regional IV Tembus 244 Ribu Ton di Semester I 2026

“Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, program TJSL diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi turut memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat serta menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)