Untuk mendukung perlindungan masyarakat, Pemkot Jambi telah menyiagakan 6.832 boks masker yang tersedia di seluruh puskesmas Kota Jambi, baik untuk mendukung kebutuhan tenaga kesehatan maupun masyarakat.

Pemkot Jambi juga terus memantau perkembangan penyakit yang berpotensi berkaitan dengan kualitas udara, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pada minggu ke-33 tahun 2026, tercatat sebanyak 1.681 kasus ISPA. Meski mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, Maulana menegaskan angka tersebut masih cukup tinggi sehingga kewaspadaan harus tetap dipertahankan.

Selain ISPA, pemerintah turut memantau perkembangan kasus diare yang juga perlu menjadi perhatian di tengah kondisi kekeringan dan keterbatasan ketersediaan air bersih.

Damkar Siaga 24 Jam

Kesiapsiagaan juga diperkuat untuk menghadapi potensi kebakaran lahan maupun permukiman. Pemkot Jambi memastikan personel dan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap siaga selama 24 jam. Bahkan, armada Damkar Kota Jambi siap memberikan bantuan apabila terjadi kebakaran di wilayah perbatasan.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Ungkap Strategi Konkret Genjot Wisata dan Ekonomi Kota Jambi

Menurut Maulana, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas wilayah karena bencana tidak mengenal batas administrasi.

“Apabila di perbatasan terjadi kebakaran, tim Damkar Kota akan meluncur. Karena bencana sudah tidak mengenal lagi batas wilayah,” tegasnya.

Pemerintah Kota Jambi juga menegaskan akan melakukan penindakan terhadap pihak yang melakukan pembakaran secara tidak bertanggung jawab, baik pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran dan pencemaran udara.

Wali Kota Maulana mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bencana.

Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Baca juga:  Kota Jambi Kembali Raih Juara Umum MTQ ke-54 Provinsi Jambi , Siap Jadi Tuan Rumah Tahun 2026

Untuk laporan keadaan darurat dan gangguan keamanan, masyarakat juga dapat menghubungi layanan Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang seberapa kuat pemerintah menghadapi bencana, tetapi seberapa cepat kita mencegahnya, seberapa tanggap kita melindungi masyarakat, dan seberapa kuat kita bekerja bersama-sama,” pungkas Wali Kota Maulana.

Melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Tahun 2026, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya membangun sistem penanganan bencana yang cepat, terukur, terpadu, dan terkoordinasi. Langkah tersebut mencakup antisipasi kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih, penanganan karhutla, perlindungan terhadap kualitas udara, hingga penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemkot Jambi juga memastikan seluruh unsur terkait siap bergerak bersama untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (*)

Baca juga:  Satu Tahun Memimpin, Ini yang Sudah dilakukan Maulana-Diza Untuk Kota Jambi Bahagia