Dalam operasi tersebut, sebanyak 50 personel Damkartan dikerahkan, dengan dukungan satu unit armada komando, tujuh unit armada tempur, dan tiga unit armada suplai air.

Selama proses pemadaman hingga pendinginan, sedikitnya 60 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan mencegah munculnya kembali titik api.

Perkuat Layanan Damkar di Seberang Kota

Belajar dari kejadian tersebut, Maulana menegaskan Pemkot Jambi akan memperkuat infrastruktur dan layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang Kota Jambi. Salah satunya dengan menyiapkan pembangunan markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan.

Menurutnya, keberadaan markas Damkartan di Pelayangan akan memperkuat pola backup dengan Kecamatan Danau Teluk sekaligus memperpendek waktu respons petugas ketika terjadi kebakaran.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” jelasnya.

Baca juga:  Pj Wali Kota Jambi Buka MTQ Ke-54 Tingkat Kota Jambi, Diikuti 631 Peserta Dengan Memperlombakan 11 Cabang Lomba

Maulana mengatakan, berdasarkan evaluasi di lapangan, salah satu kendala yang kerap dihadapi petugas adalah akses menuju kawasan Seberang, khususnya ketika terjadi kepadatan lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat waktu tempuh armada menuju lokasi kejadian.

“Oleh karena itu, penting bagi kita membangun markas di Pelayangan agar Pelayangan dan Danau Teluk dapat saling berkolaborasi. Insyaallah tahun ini kita siapkan, termasuk kendaraan dan armadanya. Kita juga berharap mendapatkan hibah sehingga personel dapat ditugaskan di dua kecamatan ini secara maksimal,” ujarnya.

Ia menilai penguatan layanan Damkartan menjadi semakin penting mengingat karakteristik permukiman di kawasan tersebut. Sebagian rumah masih menggunakan material kayu yang relatif mudah terbakar, terlebih pada kondisi musim kemarau dan cuaca kering.

Baca juga:  Hujan Deras Picu Genangan di Sejumlah Titik, Wali Kota Maulana Perintahkan Seluruh Seluruh OPD Untuk Siaga

“Berdasarkan pengalaman, karena sebagian besar rumah berbahan kayu, terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar. Kalau terjadi kebakaran, api bisa cepat merembet dan jumlah rumah yang terdampak bisa banyak,” katanya.

Pemkot dan BAZNAS Salurkan Bantuan

Selain memastikan penanganan darurat, Pemkot Jambi bersama OPD terkait dan BAZNAS Kota Jambi juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban untuk memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran.

Maulana mengatakan, bantuan awal dari BAZNAS diberikan sebesar Rp2 juta untuk masing-masing keluarga kepada empat keluarga terdampak, dengan total bantuan mencapai Rp8 juta.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan dasar. Dari BAZNAS diberikan bantuan Rp2 juta per keluarga, ada empat keluarga, sehingga total Rp8 juta. Selanjutnya tim akan segera melakukan pendataan dan menghitung kebutuhan kerusakan untuk melihat bantuan bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi,” ungkapnya.

Baca juga:  Pj Walikota Jambi Buka Festival Jajanan Bengen

Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Di akhir kunjungannya, Maulana mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari penggunaan gas dan instalasi listrik di rumah.

Ia meminta masyarakat memastikan tidak terjadi kebocoran gas, memeriksa regulator dan selang tabung secara berkala, serta memastikan peralatan dan sambungan listrik dalam kondisi aman ketika meninggalkan rumah.

“Selalu berhati-hati. Pastikan tidak ada kebocoran gas. Jangan menggunakan terlalu banyak colokan yang berpotensi menimbulkan percikan api. Jika akan meninggalkan rumah, pastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan atau dicabut. Mudah-mudahan ke depan kita berdoa tidak ada lagi bencana seperti ini,” pungkas Maulana. (*)