Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk hadir sekaligus mempresentasikan berbagai program Kota Jambi dalam forum tersebut.

Menurutnya, penghargaan dari WWF menjadi motivasi bagi Pemkot Jambi untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada lingkungan, efisiensi energi, serta keberlanjutan.

“Alhamdulillah, kita mendapat penghargaan dari WWF sebagai The Most Improved City. Ini tentu menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan dan mengembangkan program-program yang berkaitan dengan transisi energi dan aksi iklim,” ujar Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana memaparkan sejumlah program yang tengah dan akan dikembangkan Pemkot Jambi, salah satunya kolaborasi bersama WWF dalam upaya meningkatkan efisiensi energi di RSUD Haji Abdul Manap.

“Yang pertama, program yang berkolaborasi dengan WWF untuk pengurangan energi di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manap. Saat ini sudah mulai proses pendampingan dan penyusunan program,” jelasnya.

Baca juga:  Penuhi Kebutuhan Darah di Kota Jambi, Walikota Jambi Resmikan Markas Kampung Donor Darah

Ia mengatakan, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa konsumsi energi terbesar di rumah sakit tersebut berasal dari penggunaan alat pendingin ruangan serta berbagai peralatan kesehatan. Karena itu, ke depan akan didorong penggunaan peralatan yang lebih hemat energi.

“Saat ini juga sudah dipetakan, ternyata energi terbesar berada pada alat pendingin ruangan dan alat-alat kesehatan. Karena itu, ke depan akan dibantu alat-alat yang hemat energi,” katanya.

Selain sektor kesehatan, Maulana juga mempresentasikan transformasi transportasi publik di Kota Jambi melalui pengembangan moda transportasi yang hemat energi berbasis kendaraan listrik.

“Di sini kami sampaikan bahwa program tersebut berdampak terhadap pengurangan emisi sekaligus penghematan biaya,” ungkapnya.

Baca juga:  Ketua Posyandu Kota Jambi Tampil Inspiratif di Forum Provinsi, Dapat Apresiasi dari Provinsi Jambi

Pemkot Jambi juga memaparkan program LAgro Koja yang diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian perkotaan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kemudian kami juga menyampaikan program LAgro Koja dalam rangka pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan ketahanan pangan,” lanjut Maulana.

Tidak kalah penting, transformasi tata kelola persampahan juga menjadi bagian dari komitmen Kota Jambi dalam aksi iklim. Pemkot Jambi terus mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari pola terbuka menuju sistem yang lebih tertutup dan terintegrasi melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Menurut Maulana, pengelolaan sampah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular.

“Dari tata kelola sampah ini kita mendorong sampah dapat dimanfaatkan menjadi energi. Sampah telah dipilah di depo, selanjutnya residunya dapat dimanfaatkan kembali di TPA,” jelasnya.

Baca juga:  Hadiri Perayaan Natal GBI MHCC Jambi, Maulana Tegaskan Akan Jamin Kenyamanan Seluruh Pemeluk Agama di Kota Jambi

Maulana berharap berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dikembangkan tersebut dapat terus diperkuat, sehingga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Jambi.

“Mudah-mudahan program ini bisa terus dikembangkan dan direplikasi di tempat lain. Kita ingin pembangunan di Kota Jambi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan sosial, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Penghargaan The Most Improved City dari WWF tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Kota Jambi untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi nyata, kolaborasi, inovasi teknologi, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan rendah emisi yang berkelanjutan.