Ketiga, korban harus mendapatkan perlindungan, bukan penghakiman.
Ia mengingatkan agar korban tidak kembali mengalami trauma akibat disalahkan, dipermalukan, ataupun tidak dipercaya. Menurutnya, masyarakat harus memberikan dukungan dan memastikan korban memperoleh pendampingan serta layanan yang tepat.
“Pesannya cukup sederhana: percaya korban, lindungi korban, dampingi korban, dan pastikan korban mendapatkan layanan yang tepat,” jelas Nadiyah.
Lebih lanjut, Nadiyah berharap pembangunan Kota Jambi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang aman bagi perempuan, ramah bagi anak, serta memiliki ketahanan keluarga yang kuat.
“Untuk itu, saya berharap kegiatan hari ini dapat menghasilkan pengetahuan, agar kita tahu apa yang harus dikenali dan dicegah; jejaring, agar kita tahu harus menghubungi siapa ketika menemukan persoalan; serta keberanian untuk bertindak, agar tidak ada lagi kekerasan yang dianggap biasa dan tidak ada korban yang merasa sendirian,” harapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun satu komitmen bersama, yakni “Lihat, Peduli, Cegah, dan Lindungi.”
“Lihat ketika ada tanda-tanda kekerasan. Peduli ketika ada yang membutuhkan pertolongan. Cegah sebelum menjadi korban, dan lindungi mereka yang membutuhkan,” lanjutnya.
Nadiyah berharap, melalui kegiatan tersebut semakin tumbuh masyarakat Kota Jambi yang peka, berani dan tanggap terhadap berbagai bentuk kekerasan dan praktik perdagangan orang.
“Semoga dari forum ini lahir masyarakat Kota Jambi yang semakin peka, berani, dan tanggap, sehingga kekerasan dapat dicegah dan setiap perempuan serta anak dapat tumbuh, hidup, dan berkembang dengan aman, bermartabat dan bahagia,” serunya.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Karena pada hakikatnya, perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Nadiyah.
Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverentiwi Dewanti menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan penguatan mental, pemulihan psikologis, pengenalan modus TPPO, akses perlindungan terhadap masyarakat atau kelompok rentan, hingga membangun jejaring sosial.
“Kegiatan ini dilaksanakan 15 September 2026, dengan 100 orang peserta,” singkatnya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kasat Pol PP Iper Riyansuni serta perwakilan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkot Jambi. (*)




Tinggalkan Balasan