Uji coba tersebut dilakukan untuk mencari metode yang paling efektif dalam menangani kebakaran di lahan gambut. Sebab, api di lahan gambut kerap sulit dipadamkan karena bisa menjalar hingga ke bawah permukaan.

Al Haris menegaskan, pemerintah bersama tim gabungan akan terus berupaya maksimal menangani karhutla. Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Saya selalu mengimbau masyarakat, mari kita cegah kebakaran hutan untuk membuka lahan. Stop. Tidak ada lagi bahasa apapun, kita harus stop membakar lahan,” tegasnya.

Menurut Al Haris, larangan membakar hutan dan lahan sudah jelas. Karena itu, masyarakat diminta mencari cara lain untuk membuka lahan, baik untuk pertanian maupun keperluan lainnya.

Baca juga:  Lepas JCH Kloter Terakhir BTH 25, Gubernur Al Haris: Semoga Layanan Haji Makin Baik, Jamaah Makin Puas

“Larangan pembakaran hutan dalam bentuk apapun tidak boleh,” katanya.

Sementara itu, luasan lahan yang terbakar dalam kejadian terbaru di HLG Londerang belum diketahui. Tim masih melakukan pengecekan di lapangan. Al Haris berharap kebakaran kali ini tidak meluas dan dapat segera dipadamkan.

Dalam peninjauan tersebut, Al Haris didampingi Danrem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Kasi Ops Korem, serta Kepala BPBD, Kadis Kominfo dan Kadis Kehutanan. Tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api kembali meluas. (*)