TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Upaya pemerintah untuk mendongkrak nilai ekspor komoditas kopi nasional hingga menembus angka Rp 100 triliun mendapat respons positif dari pelaku industri hulu perkebunan. Salah satunya dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo yang mulai merealisasikan pengiriman ekspor kopi arabika untuk musim panen tahun 2026 ke pasar Amerika Serikat.

Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PTPN IV dan PTPN I, Kebun Java Coffee Estate melepas 37.200 kilogram (37,2 ton) kopi arabika pada Agustus 2026. Pengiriman awal musim panen 2026 ini ditujukan kepada dua importir di Amerika Serikat, yakni Walker Trading dan BERO POLSKA SP Z.O.O.

Langkah ini sejalan dengan target Kementerian Pertanian yang tengah fokus meningkatkan posisi komoditas perkebunan di pasar global. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyatakan bahwa nilai ekspor kopi Indonesia saat ini berada di kisaran Rp 40 triliun (setara US$ 2,5 miliar). Pemerintah menargetkan angka tersebut bisa berlipat ganda menjadi Rp 100 triliun, bahkan Rp 200 triliun dalam jangka panjang.

Baca juga:  Hutama Karya Tuntaskan 85,74% Pembangunan Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai

Menurut Amran, pemerintah tidak lagi ingin Indonesia hanya menjadi pemasok bahan baku mentah, melainkan naik kelas menjadi penentu harga (price setter) di pasar internasional. Untuk mencapainya, kualitas bibit dan produktivitas kebun menjadi fokus utama.

“Kami ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Mentan Amran.

Rekam Jejak Ekspor dan Strategi ‘Turn Around’

Bagi PTPN IV PalmCo, pasar internasional bukanlah hal baru. Berdasarkan data rekam jejak ekspor perusahaan, Java Estate Coffee telah memiliki pangsa pasar yang mapan di berbagai negara kawasan Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah.

Baca juga:  Limbah Sawit Riau Disulap Jadi Energi Hijau, BRIN dan PalmCo Garap Proyek Bio-CBG

Sepanjang tahun 2024 misalnya, volume ekspor kopi perusahaan di Java Coffee Estate tercatat cukup tinggi dengan distribusi ke Jerman (144 ton), Amerika Serikat (132 ton), Belgia (109 ton), Inggris Raya (108 ton), Arab Saudi (92 ton), dan Norwegia (19 ton). Tren ini berlanjut pada tahun 2025, di mana hingga bulan April saja, perusahaan telah mengirimkan komoditas kopinya ke Inggris Raya (53 ton), Amerika Serikat (36 ton), serta Norwegia dan Arab Saudi masing-masing sebanyak 19 ton.