TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar workshop bertema “Seni Menanamkan Nilai Multikultural untuk Mewujudkan Kelas Inklusif”, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung UNIFAC Lantai 3 UNJA tersebut menjadi upaya memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai multikultural dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif.

Workshop dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIP UNJA, Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I. Turut hadir Ketua Jurusan PIPS, Dr. Mayasari, M.Pd., Sekretaris Jurusan, Dr. Alif Aditya Candra, M.Pd., Ketua Pelaksana, Merci Robbi Kurniawanti, M.Pd., jajaran dosen, serta mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Ekonomi.

Baca juga:  Mahasiswi HIMSI UNJA Toreh Prestasi Nasional di RAKERNAS dan MUSYWIL IMABSII 2025

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Dr. Taat Wulandari, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai narasumber.

Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIP UNJA, Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan workshop. Ia mengibaratkan keberagaman seperti bunga yang memiliki berbagai warna dan dapat dinikmati secara bersama-sama.

“Anda semua yang hadir di sini kalau jalan ke taman, itu lebih elok melihat bunganya satu atau bunganya warna-warni? Nah, itulah multikultural. Tidak cukup menikmati satu warna, jadi banyak warna kita nikmati dan berkolaborasi secara bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman tidak perlu diseragamkan, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi dan menciptakan lingkungan yang saling menghargai.

Baca juga:  Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJA Berjalan Lancar, Tekankan Akses Inklusif dan Integritas Seleksi

Sementara itu, Ketua Jurusan PIPS, Dr. Mayasari, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut penting bagi calon pendidik untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai multikultural.

“Momen ini penting bagi kita semua, terutama bagi pendidik dan teman-teman. Anda di sini semua adalah calon guru, calon pendidik, untuk bisa memahami makna dari nilai-nilai multikultural,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana, Merci Robbi Kurniawanti, M.Pd., mengatakan tema workshop relevan dengan mahasiswa yang nantinya akan menjadi pendidik di bidang ilmu sosial.

Menurutnya, pemahaman mengenai multikultural diperlukan agar calon pendidik mampu menanamkan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran.

“Tema kita saat ini sangat relevan dengan kalian yang nantinya akan menjadi calon-calon pendidik di bidang ilmu sosial. Bagaimana teman-teman dapat menanamkan nilai multikultural nantinya di kelas. Sebagaimana kita tahu bahwa keberagaman itu bukan sesuatu yang harus diseragamkan, tetapi justru harus kita kelola untuk menjadi sebuah kekuatan, sehingga nantinya kita bisa menghargai setiap individu,” jelasnya.

Baca juga:  Rektor UBR Jambi Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba, Dorong Generasi Muda Bersih dan Berprestasi

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Taat Wulandari, M.Pd.

Melalui workshop tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai multikultural dalam proses pembelajaran, khususnya dalam menciptakan kelas yang inklusif dan mampu menghargai keberagaman.