TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Ajang Kapolda Fighter Match 2026 berlangsung seru dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (3/10/2026) tersebut dihadiri ribuan masyarakat serta sejumlah artis dan influencer.

Sejumlah artis yang turut hadir di antaranya Vicky “The Gladiator” Prasetyo, Beddu dan Dede Sunandar. Selain itu, hadir pula influencer Bebeyu dan Bondol.

Kapolda Fighter Match 2026 menjadi wadah bagi para atlet dan jagoan bela diri di Provinsi Jambi untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kegiatan tersebut mempertemukan para atlet dari berbagai perguruan dan komunitas bela diri.

Partai demi partai pertandingan berlangsung heboh. Meski terjadi baku hantam dan jual beli pukulan di atas ring, seluruh pertandingan tetap dilakukan dengan menjunjung sportivitas dan disiplin.

Bahkan, setelah pertandingan, para petarung tetap saling merangkul sebagai bentuk persaudaraan dan penghormatan kepada lawan.

Suasana pertandingan semakin tegang ketika partai yang melibatkan Vicky “The Gladiator” Prasetyo, Beddu dan Dede Sunandar berlangsung.

Dalam pertandingan tersebut, Dede Sunandar terjatuh setelah terkena pukulan Vicky Prasetyo. Dede kemudian langsung dibawa ke bawah ring, sementara pertandingan seketika dihentikan untuk memastikan kondisinya.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Buka Turnamen Catur Wali Kota Cup Jambi 2026, Diikuti Atlet dari 11 Kabupaten dan Kota

Dede Sunandar akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tidak hanya panitia dan tim medis, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang juga turut memastikan kondisi Dede Sunandar.

Kondisi Dede Sunandar kemudian langsung membaik dan tidak ditemukan masalah yang berarti.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional. Kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Sementara itu, Vicky Prasetyo mengatakan dirinya tidak memiliki maksud untuk memukul Dede Sunandar dengan keras. Namun, menurutnya, pertandingan di atas ring tidak selalu dapat dikendalikan.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” ujar Vicky.

Dede Sunandar pun mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan memastikan kondisinya telah membaik.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” timpalnya dengan tawa khas.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, yang juga Ketua Panitia Kapolda Fighter Match 2026, sebelumnya mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet dan jagoan bela diri di Jambi untuk menguji kemampuan yang selama ini mereka latih.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Dukung Liga 4 Digelar di Stadion Swarna Bhumi, Persebri Wakili Jambi ke Tingkat Nasional

“Ini merupakan ajang yang sportif dan positif bagi para atlet serta jagoan-jagoan Jambi untuk menunjukkan dan menguji kemampuan mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk terus berkembang,” ujar Ananto.

Menurutnya, kompetisi bela diri tidak hanya berbicara mengenai kemenangan, tetapi juga bagaimana para peserta mampu menunjukkan sikap disiplin, menghormati lawan, serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Wakapolda Jambi Brigjen Pol K. Yani Sudarto mengapresiasi pelaksanaan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia menilai pertandingan bela diri dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, sekaligus membangun mental yang kuat bagi para peserta.

“Dalam bela diri, kemenangan menjadi sebuah prestasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah kejujuran, disiplin, menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Yani.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan percaya diri, namun tetap mengutamakan keselamatan selama pertandingan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri, tetapi tetap utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai pengalaman untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter,” ujarnya.

Baca juga:  Adenata dan Rheza Melesat Kencang Kuasai Podium MRS Seri Akhir Bersama CBR600RR

Menurut Yani, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.

Melalui kegiatan positif seperti kompetisi bela diri, generasi muda dapat memiliki wadah untuk menyalurkan energi dan mengembangkan potensi secara terarah.

“Olahraga dapat membentuk generasi yang tangguh dan memiliki mental yang kuat. Kegiatan seperti ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memiliki arah yang baik untuk masa depan,” katanya.

Wakapolda Jambi pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet bela diri di Jambi untuk berprestasi.

Kapolda Fighter Match 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat sportivitas dan persaudaraan di antara para atlet bela diri.

Kompetisi diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk atlet yang disiplin, percaya diri, tangguh, dan mampu menghormati setiap lawan yang dihadapi.(*)