“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman. Manfaat inilah yang ingin terus kami hadirkan melalui dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Iwan.
Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya manfaat yang terukur dalam menilai efektivitas pembangunan infrastruktur.
“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.
Sementara itu, Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Herman Khaeron menyoroti pentingnya pengembangan potensi daerah di sepanjang koridor jalan tol.
“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Herman.
Melalui kunjungan kerja ini, Hutama Karya terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung tata kelola dan keberlanjutan pembangunan JTTS. Dengan kesiapan pendanaan dan arah pengembangan yang terencana, perusahaan berkomitmen menghadirkan konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sumatra. Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur, memperkuat daya saing daerah serta mendorong pemerataan ekonomi. (*)




Tinggalkan Balasan