TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Sejalan dengan semangat “Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri” yang diusung Kementerian Perhubungan, PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di ruas-ruas tol yang dikelolanya.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) untuk Zero ODOL yang mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan sebagai upaya mewujudkan perjalanan yang lebih aman, menjaga keandalan layanan jalan tol, serta mendukung sistem transportasi nasional yang berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan jalan tol karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus berdampak pada keberlanjutan kualitas layanan infrastruktur.

Baca juga:  Hutama Karya Klarifikasi Soal Beredarnya Video Oknum Petugas di Gerbang Tol Muaro Sebapo yang Langgar SOP

“Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, kendaraan yang melebihi ketentuan dimensi dan muatan memberikan beban lebih besar terhadap perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur jalan tol. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi ODOL merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Hamdani.

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kendaraan ODOL juga berdampak pada keberlanjutan kualitas layanan infrastruktur jalan tol. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas desain meningkatkan tekanan terhadap perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur serta meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.

Baca juga:  Perkuat Konektivitas di Sumatera Selatan, Hutama Karya Siap Fungsionalkan Tol Palembang-Betung Seksi 1-2

Dari sisi keselamatan, kendaraan ODOL memiliki jarak pengereman yang lebih panjang, tingkat stabilitas yang lebih rendah, serta risiko lebih tinggi mengalami kehilangan kendali maupun terguling yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

Sebagai upaya meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus menjaga keandalan layanan jalan tol, Hutama Karya secara konsisten memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang melalui Operasi ODOL yang dilaksanakan bersama Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di sejumlah ruas tol yang dikelola perusahaan.

Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, melalui pelaksanaan Operasi ODOL, Hutama Karya telah memeriksa sebanyak 1.280 kendaraan angkutan barang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan, sedangkan 505 kendaraan terindikasi melanggar ketentuan ODOL sehingga ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

Baca juga:  Semarak Hari Kartini, Karyawati Dealer Honda Tampil Anggun Berkebaya Layani Konsumen  

Operasi tersebut dilaksanakan di sejumlah ruas tol yang dikelola Hutama Karya, antara lain Jalan Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, dan Akses Tanjung Priok.

Pada periode yang sama, Hutama Karya juga memperkuat pengawasan melalui penerapan sistem Weigh in Motion (WIM) sebagai langkah preventif dalam mendukung Gerakan Nasional Zero ODOL. Selama Januari hingga Juli 2026, sistem tersebut telah mengidentifikasi sebanyak 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan.