TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyoroti perlunya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat perlindungan bagi petani dan nelayan. Hal itu disampaikannya menanggapi paparan Berita Resmi Statistik (BRS) Provinsi Jambi tertanggal 1 Oktober 2026 yang mencatat perkembangan inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), dan sektor pariwisata.

Berdasarkan paparan tersebut, inflasi Jambi pada September 2026 tercatat sebesar 0,19 persen secara bulanan, 2,32 persen sejak awal tahun, dan 2,97 persen secara tahunan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi bulanan sebesar 0,85 persen dengan andil 0,27 poin. Cabai merah menjadi komoditas dengan pendorong inflasi terbesar, disusul beras dan daging ayam ras.

“Angka inflasi bulanan memang relatif terkendali, tetapi kenaikan harga pangan tetap perlu direspons. Pemerintah harus memastikan pasokan dan distribusi berjalan baik, terutama untuk cabai, beras, dan ayam ras,” kata Ivan.

Baca juga:  Dies Natalis LSMM, Edi Purwanto Berpesan LSMM Tetap Jadi Agen Perubahan

Ia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama perangkat daerah terkait memperkuat pemantauan harga, stok, dan distribusi hingga tingkat kabupaten/kota.

Menurutnya, langkah pengendalian juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah karena tekanan harga tidak merata. Pada September 2026, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 0,70 persen, sementara Muara Bungo mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,98 persen.

Soroti Kondisi Petani dan Nelayan

Ivan juga mengingatkan agar kenaikan NTP dan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) secara agregat tidak menutupi kondisi subsektor yang masih mengalami pelemahan.

NTP Jambi tercatat naik 1,29 persen menjadi 196,13, sedangkan NTUP meningkat 1,44 persen menjadi 200,04. Namun, NTP tanaman pangan turun 0,25 persen dan NTP perikanan turun 0,73 persen. Bahkan, NTP nelayan mengalami penurunan sebesar 1,27 persen.

Baca juga:  Dirawat dengan Baik, Anggota DPRD Kota Jambi Sumarsen Purba Apresiasi Pelayanan RSUD Abdul Manap

“Perbaikan angka gabungan harus terlihat dalam kondisi nyata petani dan nelayan. Kita perlu melihat siapa yang sudah merasakan manfaat dan subsektor mana yang masih membutuhkan dukungan,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah mengarahkan program sesuai kebutuhan para produsen.

Dukungan bagi petani tanaman pangan, kata Ivan, dapat difokuskan pada sarana produksi dan akses pasar. Sementara itu, nelayan membutuhkan perhatian terhadap biaya operasional, ketersediaan es, penyimpanan hasil tangkapan, serta akses pemasaran.

Dorong Pariwisata Beri Dampak Ekonomi Lebih Besar

Di sektor pariwisata, tingkat penghunian kamar hotel bintang pada Agustus 2026 mencapai 53,43 persen. Jumlah tamu hotel tercatat sebanyak 59.755 orang, meningkat 16,03 persen dibandingkan Agustus 2025.

Baca juga:  Banyak Hak yang Diabaikan, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi Dukung Perjuangan Buruh Awak Mobil Tangki PT El Nusa Petrofin

Meski demikian, rata-rata lama menginap masih berada pada angka 1,58 hari.

Ivan menilai peningkatan jumlah tamu perlu diikuti dengan upaya memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperbesar manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia mendorong agar promosi wisata dihubungkan dengan agenda acara, destinasi, kuliner, transportasi, serta produk UMKM di kabupaten/kota.

“Keberhasilan pariwisata jangan hanya diukur dari jumlah kunjungan. Lama tinggal, belanja wisatawan, dan manfaat bagi pelaku usaha lokal juga harus menjadi perhatian,” katanya.

Menurut Ivan, DPRD Provinsi Jambi akan mendorong agar evaluasi terhadap pengendalian inflasi, program pertanian dan perikanan, serta pengembangan pariwisata dilakukan dengan indikator yang terukur.

Dengan demikian, kebijakan dan anggaran daerah diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)