Pendekatan tersebut menjadi salah satu warna dalam pelaksanaan Kapolda Fighter Match. Olahraga tidak hanya dijadikan sebagai ajang menunjukkan kemampuan, tetapi juga ruang untuk membangun sportivitas, disiplin, kepercayaan diri dan karakter anak muda.
Peserta didorong untuk bertanding secara jujur, menghormati lawan dan menjunjung tinggi aturan pertandingan.
Kesuksesan kegiatan itu kemudian mendapat perhatian luas. Kapolda Fighter Match menjadi salah satu kegiatan yang ramai diperbincangkan dan diberitakan, sehingga gaungnya tidak hanya terasa di Jambi, tetapi juga sampai ke media massa nasional.
Bagi kepolisian, perhatian publik tersebut menjadi momentum positif untuk menunjukkan bahwa energi anak muda dapat diarahkan melalui kegiatan yang sehat dan produktif.
Di sinilah peran sosok seperti Ananto menjadi penting. Dengan gaya komunikasi yang santai, mudah berbaur dan dekat dengan anak muda, pesan-pesan tentang sportivitas dan kegiatan positif lebih mudah diterima.
Kapolda Fighter Match akhirnya bukan sekadar pertandingan di atas ring. Kegiatan ini menjadi panggung untuk memperlihatkan sisi lain hubungan polisi dengan generasi muda—lebih dekat, lebih komunikatif dan lebih humanis.
Dan di balik suksesnya kegiatan yang mendapat sorotan luas tersebut, sosok Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang menunjukkan bahwa membangun kedekatan dengan anak muda bisa dimulai dari hal sederhana: hadir, menyapa, berbincang dan ikut menikmati energi positif mereka. (*)




Tinggalkan Balasan