Terkait bantuan dampak Karhutla, bantuan beras dan alkes untuk masyarakat umum, Gubernur Al Haris meminta perhatian khusus bagi pekerja lapangan yang terdampak kabut asap, seperti ojek online, ojek pangkalan, dan pelaku usaha angkutan.

“Siapa mereka yang terdampak langsung, ojek online, ojek manual, sopir angkutan. Dengan banyaknya orang tidak di luar rumah dan libur sekolah, ini berpengaruh untuk penghasilan mereka,” kata Gubernur Al Haris.

Untuk itu Gubernur Al Haris menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk segera mendata jumlah pekerja terdampak, terutama di Kota Jambi serta daerah dengan kabut pekat seperti Bungo dan Tebo.

“Kita awali dulu dari Pemprov. Hitung kebutuhan berapa. Minimal sembako, beras, dan masker. Kalau mereka butuh posko, kita fasilitasi. Kalau Kabupaten tidak ada dana BTT, kita yang bantu,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Wawancarai Calon Direktur dan Komisaris PT. JII

Gubernur Al Haris juga meminta seluruh OPD terkait untuk segera merancang dan melaksanakan tindak lanjut rakor malam ini secara cepat.

Selanjutnya terkait Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah, Gubernur Al Haris menegaskan bantuan tersebut merupakan instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Bantuan beras merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Untuk itu Gubernur meminta agar data penerima akurat, mekanisme penyaluran jelas, kualitas beras terjamin, dan proses distribusi dapat dipertanggungjawabkan serta diawasi agar tidak terjadi penyimpangan. (*).

Baca juga:  Gubernur Al Haris Sampaikan Tanggapan Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Perubahan APBD Provinsi Jambi TA 2026