TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA BK) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Manajemen Stres pada Mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (25/9/2025) di Auditorium Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., serta dihadiri Ketua UPA BK, M. Ferdiansyah, M.Pd., Kons., Ketua Pelaksana, M. Alridho Lubis, M.Pd., serta mahasiswa di lingkungan UNJA. Workshop ini turut mengundang narasumber utama, Dosen dari Universitas Sriwijaya, yakni Dr. Alrefi, M.Pd.

Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., menegaskan bahwa isu kesehatan mental merupakan hal yang sesungguhnya ada dalam diri setiap orang.

“Pada kesempatan yang baik ini, kita dapat berkumpul bersama dalam sebuah kegiatan yang sangat positif, karena kita membicarakan sesuatu yang sejatinya ada pada diri kita semua. Ada yang menyadarinya dan mencari pertolongan untuk menyelesaikannya, tetapi ada juga yang tidak menyadarinya. Bahkan, yang lebih berbahaya adalah ketika seseorang menyadarinya namun memilih untuk menyangkal. Maka dari itu, hari ini kita hadir bersama untuk membicarakan hal yang sangat penting ini,” ujar Prof. Hafrida.

Baca juga:  GMNI Jambi Umumkan Jadwal Konferensi Cabang 2025

Lebih lanjut, Prof. Hafrida juga menyampaikan bahwa UNJA saat ini telah memiliki UPA BK yang siap menjadi tempat pertolongan bagi civitas akademika.

“Kita sekarang sudah memiliki UPA BK, maka saya mengajak untuk segera datang dan menyampaikan apa permasalahannya. Nanti akan dilihat tingkat stresnya seperti apa, dan akan didiskusikan jalan keluarnya seperti apa. Jangan biarkan hal-hal seperti itu merusak diri kita. UPA BK di UNJA bukan sekadar lembaga formalitas, tetapi benar-benar diharapkan menjadi tempat pertolongan nyata bagi civitas akademika yang memerlukannya,” tegas Prof. Hafrida.

Narasumber utama, Dr. Alrefi, M.Pd., menjelaskan mengenai apa itu stres, tanda-tanda stres, serta cara mengatasi stres. Materi yang disampaikan sejalan dengan tema kegiatan, yaitu Manajemen Stres pada Mahasiswa, dengan tujuan agar peserta dapat lebih memahami kondisi psikologis yang mereka alami sekaligus menemukan strategi yang tepat untuk mengelolanya.

Baca juga:  Pantau UTBK SNBT di UNJA, Ombudsman Nilai Fasilitas Sudah Cukup Maksimal