TANYAFAKTA.CO, KOTA  JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara langsung meninjau kesiapan peluncuran Pusat Kuliner Wisata Kota Tua yang berlokasi di kawasan pasar, tepatnya di parkiran depan Hotel Duta, Kamis (2/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, Direktur BUMD Siginjai Sakti, serta camat dan lurah setempat.

Program Wisata Kuliner Kota Tua merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Jambi sebagai pusat ekonomi yang memadukan nuansa modern dan tradisional. Dalam pengelolaannya, Pemkot menggandeng BUMD PT Siginjai Sakti.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa kawasan tersebut direncanakan akan diresmikan sebagai Pusat Kuliner Wisata Kota Tua pada Jumat malam (3/4/2026).

Baca juga:  Maulana Buka Seleksi Paskibraka 2026, 361 Pelajar Berebut Jadi Pengibar Sang Saka Merah Putih

Ia menjelaskan, program ini telah diinisiasi sejak awal masa kepemimpinannya dengan tujuan menghidupkan kembali kawasan Kota Tua agar tetap produktif, baik pada siang maupun malam hari.

“Ini sudah kita inisiasi sejak awal saya dilantik. Kita ingin mendorong kawasan Kota Tua ini produktif siang dan malam hari. Karena pada malam hari kawasan ini cenderung sepi dan rawan aktivitas negatif,” ujar Maulana.

Menurutnya, pengembangan kawasan Kota Tua tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mengangkat nilai historis dan budaya yang dimiliki kawasan tersebut.

“Kita ingin mengangkat kembali nilai sejarah Kota Tua, seperti yang dilakukan di kota-kota lain di Indonesia maupun dunia. Kawasan ini memiliki nilai historis yang luar biasa, tempat di mana generasi terdahulu pernah beraktivitas,” tambahnya.

Baca juga:  Kapolda Jambi Terima HIPMI: Dorong Kolaborasi Bangun Ekonomi Daerah dan Kesejahteraan Rakyat

Ke depan, kawasan ini juga akan dikembangkan hingga ke area Masjid Magatsari dengan konsep wisata bernuansa Melayu dan religi.

“Ke depan akan kita kembangkan hingga kawasan Masjid Magatsari, dengan konsep wisata Melayu dan religi,” katanya.

Maulana mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi untuk turut meramaikan peresmian kawasan tersebut.

“Mudah-mudahan pada 3 April 2026 malam, masyarakat Kota Jambi dapat bersama-sama meramaikan kembali kawasan pasar ini, sehingga ekonomi tradisional dapat terhubung dengan konsep modern,” ajaknya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi telah melakukan berbagai persiapan pendukung, mulai dari penataan pencahayaan (lighting), perbaikan infrastruktur jalan, hingga pengelolaan kebersihan dan limbah.