“Kami memastikan setelah kegiatan malam, keesokan harinya kawasan sudah bersih. Pengelolaan sampah dan limbah terus kami koordinasikan agar program ini berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota juga meminta camat dan lurah untuk berkoordinasi dengan pemilik ruko di sekitar kawasan agar turut memperindah lingkungan.
“Kita harapkan ruko-ruko bisa dicat dan dipercantik agar kawasan ini terlihat lebih menarik dan berwarna,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) PT Siginjai Sakti, Ardiansyah, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen.
“Secara fisik, konsep yang digunakan adalah sistem knockdown sehingga pemasangan dan pembongkaran dapat dilakukan dalam satu hari,” jelasnya.
Ia menyebutkan, jumlah pendaftar tenant hampir mencapai 60 pelaku usaha, namun untuk tahap awal dibatasi sebanyak 40 tenant.
“Untuk tahap awal kita batasi 40 tenant,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan kuliner, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan berbagai hiburan, seperti festival, lomba lagu Melayu dan nostalgia, fashion show anak-anak, hingga pameran batu akik.
Dari sisi fasilitas, panitia telah menyiapkan area parkir sesuai standar, tenda untuk tenant, meja dan kursi, serta hiburan musik langsung guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Pelaku UMKM yang dilibatkan diprioritaskan berasal dari warga lokal, khususnya yang telah berpengalaman di bidang kuliner, namun tetap terbuka bagi pelaku usaha lainnya di Kota Jambi.
“Retribusi yang dikenakan sebesar Rp27.500 per hari, sudah termasuk fasilitas tenda, listrik, dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya.
Ke depan, jumlah tenant dan cakupan lokasi kegiatan berpotensi diperluas sesuai dengan tingkat antusiasme masyarakat serta perkembangan ekonomi di kawasan tersebut.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kota Jambi optimistis Pusat Kuliner Wisata Kota Tua akan menjadi destinasi baru yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus melestarikan nilai sejarah dan budaya di tengah kota. (*)





Tinggalkan Balasan