TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Ide para manusia tak punya nurani untuk melakukan kejahatan memang tak bisa diremehkan. Semakin maju zaman, semakin canggih pula triknya.

‎Penipuan bermodus sewa kontrakan misalnya.

Memanfaatkan momentum tahun ajaran baru yang membuat banyak mahasiswa mencari tempat tinggal sementara, pelaku diduga membuat akun di Facebook yang seolah-olah merupakan pemilik kontrakan.

Pada Selasa, (23/6/2026), tiga mahasiswi Universitas Jambi (UNJA) dengan dampingan Lembaga Bantuan Hukum Naluri Keadilan (LBH NADI) secara resmi melaporkan dugaan penipuan yang mereka alami ke Polda Jambi.

Direktur LBH NADI, Adam Deyant Biharu, S.H., yang mendampingi ketiga korban menjelaskan bahwa modus tersebut dilakukan pelaku dengan mempromosikan kontrakan melalui media sosial Facebook.

Baca juga:  IWO Jambi Apresiasi Polda Jambi Jaga Kondusifitas Jambi di 2024 

“Para korban tertarik kemudian menanyakan lebih dalam terkait kontrakan yang ditawarkan dan dipromosikan,” ujar Adam melalui akun TikTok @lbh.nadi, Selasa (23/6/2026).

Menurut Adam, melalui DM, pelaku kemudian berusaha meyakinkan korban bahwa rumah tersebut merupakan miliknya.

Bahkan, pelaku juga menyerahkan kunci rumah ketika korban ingin melakukan survei atau melihat langsung kondisi kontrakan.

“Bukan hanya itu, pelaku juga menyerahkan kunci saat korban ingin melakukan survey atau cek langsung ke kontrakan,” jelasnya.

Lanjut Adam, keberadaan kunci tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat korban percaya karena menganggap pelaku memang memiliki akses terhadap rumah yang ditawarkan.

Namun setelah proses penempatan kontrakan berjalan, korban malah didatangi pemilik asli rumah yang menyatakan bahwa rumah tersebut tidak pernah dikontrakkan.

Baca juga:  Kapolda Jambi dan Kajati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Soroti Kamtibmas hingga Implementasi KUHP-KUHAP Baru

“Semoga dengan pelaporan ini, pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional agar kasus ini terang benderang,” harap Adam.

Ia mengimbau mahasiswa maupun calon mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial untuk mencari tempat tinggal.

“Pastikan betul rumah itu milik siapa, supaya tidak menjadi korban selanjutnya,” pungkasnya.