TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – PTPN IV PalmCo memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di kawasan gambut, melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dengan mengintegrasikan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program yang dijalankan di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk Regional IV Jambi-Sumbar dan Riau, diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan air, penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), hingga pengembangan komoditas alternatif seperti nanas di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ketangguhan desa dalam menghadapi karhutla sekaligus menciptakan sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa menghadapi ancaman karhutla, perusahaan tidak lagi mengandalkan pendekatan reaktif setelah kebakaran terjadi, melainkan memperkuat pencegahan sejak fase prabencana.

Baca juga:  Dari Bengkel Desa ke Rantai Pasok Sawit, PTPN IV PalmCo Naikkan Kelas IKM Pandai Besi

“Kami semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Jatmiko.

Menurut Jatmiko, strategi tersebut menjadi semakin penting ketika ancaman musim kemarau panjang dan fenomena cuaca ekstrem meningkatkan risiko munculnya titik panas. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, kesiapan sumber daya, pengelolaan tata air hingga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan. Pendekatan ini sejalan dengan strategi PalmCo yang menempatkan Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai bagian penting dalam mitigasi bencana.

Salah satu implementasi DMPG dilakukan PTPN IV Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, khususnya di sekitar Desa Sungai Tawar dan Desa Merbau. Di kawasan tersebut, perusahaan membangun embung strategis sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber air. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung penanganan karhutla, terutama ketika kondisi lahan gambut menjadi lebih kering pada musim kemarau.

Baca juga:  Fokus pada Keandalan Operasional, Dewan Komisaris dan Manajemen PTPN IV Bersinergi Perkuat Standar Mutu Teh dan Kopi di Sumatera Barat dan Jambi

Selain pembangunan embung, pendekatan DMPG juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari sistem pencegahan. Di Riau, PTPN IV berkolaborasi dengan BPBD melalui pelatihan serta penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Dengan penguatan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dan sarana yang memadai untuk melakukan respons awal apabila terjadi potensi kebakaran.