TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Dewan Komisaris (Dekom) PTPN IV PalmCo merampungkan rangkaian peninjauan lapangan (Management Walkthrough) ke sejumlah aset operasional di Kebun Teh Danau Kembar, Sumatera Barat, serta Kebun Teh dan Kopi Kayu Aro di Jambi.

Kunjungan yang berlangsung beberapa waktu lalu ini merupakan wujud kolaborasi aktif antara Dekom dan Manajemen guna memastikan realisasi target internal, mendorong efisiensi Harga Pokok Produksi (HPP), dan menjaga standar mutu komoditas kebanggaan perusahaan.

Menilik profil operasionalnya, kedua wilayah ini merupakan aset strategis dengan skala yang masif. Kebun Danau Kembar memiliki total areal lebih dari 600 hektare yang ditopang pabrik teh Orthodox berkapasitas 35.000 kg daun teh basah (DTB) per hari. Sementara itu, Kebun Kayu Aro mengelola lahan seluas 3.000-an hektare dengan kombinasi pertanaman teh dan kopi, yang dilengkapi pabrik teh Orthodox dan CTC, serta fasilitas pengolahan kopi berkapasitas 400 kg/jam.

Baca juga:  Limbah Sawit Riau Disulap Jadi Energi Hijau, BRIN dan PalmCo Garap Proyek Bio-CBG

Dalam peninjauan tersebut, jajaran Dekom PTPN IV mengapresiasi sejumlah tren positif yang berhasil diraih oleh Manajemen. Di Kebun Danau Kembar, langkah efisiensi operasional yang dijalankan bersama mulai membuahkan hasil. Hal ini tercermin dari tren pemulihan finansial, di mana kebun tersebut sukses mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sebesar Rp 427 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sinergi Optimalisasi HPP dan Penguatan SOP Mutu Teh

Sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkesinambungan (continuous improvement), jajaran Dekom PTPN IV terus memberikan dukungan penuh kepada Manajemen untuk melakukan optimalisasi di berbagai lini. Salah satu fokus bersama saat ini adalah efisiensi HPP kopi di Kayu Aro guna memperbesar ruang margin keuntungan perusahaan di masa mendatang.

Baca juga:  PTPN IV PalmCo Dorong Pelajar Kurang Mampu Siap Hadapi PTN Lewat Bimbel Gratis

Plh. Komisaris Utama PTPN IV, Andi Wibisono, menegaskan bahwa pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi di lapangan serta pemanfaatan potensi keunggulan alamiah kebun.

“Kunjungan ini adalah wujud sinergi antara Dewan Komisaris dan jajaran Manajemen. Kami hadir untuk memberikan dukungan penuh serta memetakan bersama potensi-potensi efisiensi yang ada. Terlebih lagi, melihat histori Kebun Danau Kembar dan Kayu Aro yang memiliki keunggulan dibandingkan kebun-kebun teh lainnya dari sisi ketinggian tempat yang sudah tergolong highland tea dan kesesuaian tanah yang sangat subur, sehingga secara alamiah menghasilkan teh jadi dengan flavour sangat kuat. Dengan pengelolaan kebun yang baik, kami yakin kejayaan produksi teh (terutama dari Kebun Kayu Aro) akan kembali. Untuk itu, kolaborasi yang solid dari tingkat kebun hingga manajemen puncak adalah kunci utama untuk memperkuat daya saing produk kita di pasar,” ujar Andi Wibisono.

Baca juga:  Step Up dengan Generasi Terbaru, All New Honda Vario 125 Semakin Keren dan Sporti