TANYAFAKTA.ID, TANJABTIM – Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) mendesak Bupati Tanjung Jabung Timur untuk mencopot Direktur Utama (Dirut) RSUD Nurdin Hamzah Tanjung Jabung Timur terkait penyalahgunaan alat operasional rumah sakit. Ambulans yang seharusnya digunakan untuk mengangkut pasien, diduga telah diubah fungsi menjadi tempat penampung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Menurut Rio, Ketua GBRK, ambulans tersebut telah lama digunakan untuk tujuan yang tidak semestinya. “Kami sangat terkejut mengetahui bahwa ambulans RSUD Nurdin Hamzah digunakan sebagai tempat penampung limbah B3, padahal ambulans tersebut masih terdaftar aktif pajaknya,” ujar Rio pada TanyaFakta.id pada Senin,(3/3/2025).

Rio menambahkan, ambulans yang masih aktif pajaknya justru digunakan untuk menyimpan limbah berbahaya, yang seharusnya dikelola dengan benar sesuai standar yang berlaku. “Jika ambulans tersebut tidak digunakan lagi, lebih baik aset tersebut dihapuskan agar tidak terjadi pemborosan anggaran, baik untuk perawatan maupun pembayaran pajak,” jelas Rio.

Baca juga:  Paslon Nomor 2 HAR-Guntur Gunakan Kelenteng untuk Kampanye, Pengamat Tionghoa Jambi : Merusak Reputasi Baik Tionghoa

Selain itu, Rio juga menyoroti pengelolaan limbah di RSUD Nurdin Hamzah yang dinilai jauh dari standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 14 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah B3.

“Pengelolaan limbah di rumah sakit ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan ini bisa membahayakan lingkungan serta masyarakat sekitar,” tegas Rio.

GBRK juga mendesak agar tindakan tegas diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab atas penyalahgunaan ambulans tersebut. “Kami meminta agar aparat penegak hukum (APH) bertindak cepat dan efektif dalam menangani kasus ini. Kami tidak ingin kasus ini diabaikan atau ditangani dengan setengah hati,” ujar Rio.

Dalam waktu dekat, GBRK berencana melaporkan kasus ini ke Polda untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius dan tuntas. “Kami berharap laporan kami segera ditindaklanjuti dan kasus ini diselesaikan dengan transparan,” tutup Rio. (*)

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi Hingga Alihfungsi Ambulan Terkuak, Dirut RSUD Nurdin Hamzah Seolah Tak Risau