Ia menjelaskan, rata-rata setiap rumah tangga di Kota Jambi menghasilkan hampir 1 kg sampah per hari. Karena itu, kesadaran warga sangat penting agar sampah bisa dikelola sejak dari rumah.
Selain pengangkutan sampah, Pemkot Jambi mendorong kerja sama dengan TPS 3R untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan pupuk. Secara bertahap, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan Rp100 juta per RT yang harus dikelola secara musyawarah, dengan prioritas pada pengelolaan sampah.
Maulana juga menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga.
Diketahui, bantuan ini merupakan kolaborasi Pemkot Jambi, Kementerian Lingkungan Hidup, serta anggota DPR RI Dapil Jambi, Syarif Fasha.
“Prinsip Kampung Bahagia adalah pengelolaan lingkungan berbasis gotong royong. Kalau dibangun dari bawah. Termasuk didalamnya adalah membangun infrastruktur, keagaaman, kepemudaan, hingga persoalan sampah. Insyaallah program akan berhasil, dan Kota Jambi akan semakin bersih dan sehat,” pungkasnya. (AAS)





Tinggalkan Balasan