“Peran semua pihak sangat penting. Jika ada gejala radikalisme di lingkungan masyarakat, camat dan lurah harus turun langsung. Jangan dibiarkan. Kota Jambi ini barometer, sehingga keamanan dan toleransi harus dijaga bersama,” tegasnya.

Ridwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif daripada penindakan.

“Kalau ada oknum atau kegiatan yang mengarah ke radikalisme, segera laporkan. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Dalam kegiatan itu juga dibahas sejumlah isu penyebaran paham radikalisme yang kerap dikaitkan dengan doktrin ketidakadilan sosial, faktor ekonomi, ideologi, hingga sentimen keagamaan. Karena itu, Pemkot Jambi mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan aktif dalam memperkuat semangat nasionalisme dan toleransi.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Pimpin Visitasi Muskomwil II APEKSI ke IPAL Sijenjang dan Candi Muaro Jambi

Melalui kegiatan ini, Pemkot berharap dapat meneguhkan nilai-nilai persatuan dan memperkokoh ketahanan sosial masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga Kota Jambi agar tetap aman, damai, dan bebas dari paham radikal,” tutup Raden Jufri. (*)