Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kawasan Talang Banjar memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Namun, kondisi saat ini masih jauh dari ideal karena banyaknya pedagang kaki lima dan parkir kendaraan tidak tertib yang menyebabkan kawasan terlihat semrawut.
“Kita ingin Jalan Talang Banjar ini menjadi kawasan yang tertata rapi, bersih, dan nyaman. Tidak hanya bagi pejalan kaki, tapi juga bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang lebih teratur dan berkelanjutan,” terang Maulana.
Langkah penataan ini juga menjadi bagian dari program revitalisasi ruang publik dan penataan kawasan perkotaan di bawah visi besar “Kota Jambi Bahagia.”
Selain memperindah tata ruang kota, Maulana berharap kawasan pedestrian modern ini dapat menjadi ikon baru Kota Jambi yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus menghidupkan sektor ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
“Penataan kawasan ini bukan pekerjaan instan, tapi bagian dari proses panjang untuk menghadirkan tata ruang kota yang lebih manusiawi dan berkarakter,” ujarnya. (*)



Tinggalkan Balasan