Wapres juga menyampaikan keberhasilan pemerintah menekan angka stunting.
“Atas arahan Bapak Presiden kita berhasil menekan angka prevalansi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 357 ribu anak dibandingkan tahun 2023. Ini angkanya di bawah, atau lebih baik dari proyeksi Bappenas, yaitu 20,1 persen,” ucapnya.
Atas hal tersebut, Walikota Jambi, Dr.dr.H.Maulana, MKM mengungkapkan Keberhasilan Kota Jambi dalam menurunkan angka stunting menjadi bukti nyata dari komitmen dan sinergi berbagai elemen, mulai dari jajaran pemerintah hingga masyarakat, dalam membangun generasi yang sehat dan unggul.
Walikota Maulana mengungkapkan prestasi tersebut diraih karena Kota Jambi berhasil menurukan prevalensi stunting dari 13,5 % menjadi 10,3% pada Tahun 2024 lalu.
Meskipun demikian, Maulana menegaskan bahwa pemkot Jambi akan terus berjuang menurunkan stunting lebih optimal karena menurutnya masih ada tantangan besar yang dihadapi Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi dengan jumlah penduduk yang cukup besar. Kondisi ini menurutnya menuntut kerja yang lebih keras dan kolaboratif dari semua pihak.
“Sebagai ibu kota provinsi, tantangan kita tentu jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, ke depan, terutama untuk penilaian tahun 2025 yang akan dievaluasi pada 2026, kita harapkan lebih banyak terobosan konkret yang bisa dilakukan,” pungkasnya. (AAS)



Tinggalkan Balasan