“Senam tera harus kita dukung dan mandirikan melalui KORMI. Kami juga berharap Kemenpora dapat meningkatkan anggaran untuk pengembangan olahraga masyarakat,” tegas Ratu Munawaroh, menggarisbawahi perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah maupun pusat.
Selanjutnya, Dra. Hj. Juniwati T. Masjchun Sofwan juga menambahkan bahwa senam tera memiliki manfaat terapi dan pengobatan. Gerakan senam ini awalnya diadaptasi dari taichi sebelum dikembangkan menjadi senam khas Indonesia.
“Senam tera ini ada unsur terapi dan pengobatannya. Bukan hanya untuk orang tua, anak muda juga harus ikut karena sangat bagus untuk kesehatan. Saat Covid-19, banyak yang rutin melakukan pernapasan senam tera, alhamdulillah tidak terkena termasuk saya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa senam tera bukan olahraga khusus wanita atau lansia, melainkan cocok untuk seluruh usia. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan budaya olahraga sesuai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Saat ini baru sekitar 30 persen masyarakat yang berolahraga. Tahun 2045 diharapkan mencapai 75 persen. Itu dimulai dari olahraga masyarakat, dari lingkungan RT/RW,” jelasnya.
Kemeriahan Hateri ke-40 di Jambi semakin lengkap dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan ringan. Fasilitas ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
Selain itu, panitia juga menyiapkan beragam hadiah menarik serta ratusan bubur kacang hijau bagi peserta yang aktif mengikuti rangkaian senam. Dan pembagian hadiah ini membuat suasana kegiatan semakin hangat dan penuh semangat.
Tak hanya senam tera inti, kegiatan juga menghadirkan senam kreasi dan line dance, yang membuat suasana semakin ceria dan penuh energi. Peringatan Hateri ke-40 ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat Jambi semakin mencintai olahraga, menjaga kesehatan, dan membangun budaya hidup aktif menuju masyarakat yang lebih bugar dan berkarakter unggul. (*)





Tinggalkan Balasan