Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa bencana Hidrometeorologi Aceh, Sumut dan Sumbar yang terjadi pada hari Kamis tanggal 26 November 2025. Bencana hidrome yang terjadi di Aceh, sumut dan Sumbar menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia, termasuk juga bagi masyarakat dan Pemerintah Propinsi Jambi.

“Atas arahan dari bapak Gubernur bersama dengan pak Danrem, pak Kapolda, pak Kajati, kami dari Pemda Propinsi Jambi mengambil langkah-langkah dan berkoordinasi dengan pihak Pemda kabupaten kota se-Provinsi Jambi, Baznas, Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan dan seluruh komponen masyarakat menghimpun bantuan. Dana termasuk dari pihak perusahaan yang diterima di posko bencana yang ditempatkan di BPBD, kemudian di Baznas dan juga Dinas Sosial Provinsi Jambi,” ujar Sekda Sudirman.

Baca juga:  Strike Fest Bahagia 2025 Berlangsung Meriah, Walikota Jambi : Daya Tarik Wisata Baru

Dikatakan Sekda Sudirman, bantuan bencana untuk Sumbar, Sumut dan Aceh diawali dengan pendirian posko dapur umum di Sumatera Barat oleh Baznas Provinsi Jambi selama lebih kurang 9 hari dengan personil tanggap bencana Baznas Provinsi Jambi dan sudah selesai. “Hari ini akan diberangkatkan oleh bapak Gubernur bantuan logistik, obat-obatan, peralatan dan personil armada untuk keberangkatan ke Aceh dan Sumut, akan didirikan dapur umum itu di Langsa Aceh dan juga di Langkat Sumut. Kemudian personil yang dikirimkan lebih kurang 75 orang terdiri dari tenaga medis 29 orang, BPBD, Tagana 23 orang, TNI/ Polri lebih kurang 15 orang dan relawan lebih kurang 9 orang. Bantuan yang dikirimkan berupa beras 30 ton untuk 3 wilayah, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan juga Aceh. Dan juga bantuan makanan dan minuman siap saji. Kebutuhan sesuai dengan hasil koordinasi kami dengan Pemerintah Aceh dan juga Pemerintah Sumatera Utara, tedmon, gas LPG, sarung dan pakaian layak pakai,” kata Sekda Sudirman.

Baca juga:  Gelar di Jambi, Munas II ADPSI dan ASDEPI 2024 Resmi Dibuka

Sekda Sudirman juga menjelaskan bahwa bantuan keuangan yang masuk ke Pemerintah Provinsi Jambi lebih kurang Rp. 2,5 miliar rupiah terdiri dari BTT Provinsi Jambi, Rp. 500 juta dari Industri Keuangan yang dikoordinasikan oleh OJK Rp. 127 juta. CSR Bank Jambi Rp. 100 juta, dari PetroChina Rp. 50 juta, Jet Stone Rp. 25 juta, Baznas Rp. 200 juta, dari OPD Pemerintah Provinsi Jambi lebih kurang Rp. 398 juta, Diknas Provinsi Jambi terkumpul, sementara Rp. 470 juta, WKS lebih kurang 100 juta dan juga bantuan obat-obatan dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota lebih kurang senilai 490 juta.

“Kemudian ada juga bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bungo yang sudah tersalurkan itu 150 juta, bantuan keuangan dari Muaro Jambi, 150 juta, bantuan keuangan dari Tebo 150 juta, dan bantuan keuangan dari Kota Jambi 150 juta. Hari ini armada yang diberangkatkan lebih kurang 23 unit. Ada mobil logistik dari BPBD dan Dinsos, 3 unit mobil, dapur umum Dinsos dan BPBD 2 unit. Mobil beras bulog lebih kurang 3 unit, mobil ambulan 2 unit mobil Hiace, mobil dokter, mobil double kabin dan mobil Baznas termasuk juga patroli dan pengawalan dari TNI dan Polri,” jelas Sekda Sudirman. (*)

Baca juga:  Gubernur Al Haris: Pemprov Tetap Optimis Membangun Meski Dengan Anggaran Terbatas