Ia menambahkan, personel Polri di Polda Jambi yang terjerat penyalahgunaan narkoba telah menjalani rehabilitasi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi dengan melibatkan keluarga.
“Jumlah anggota yang dikenakan sanksi PTDH menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 22 orang,” ungkap Kapolda.
Dalam mendukung program Astacita Presiden, Polda Jambi turut melaksanakan program ketahanan pangan, membangun 26 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jumlah penerima manfaat mencapai 71 ribu orang, serta membantu pembangunan dan perbaikan 11 unit jembatan.
Pada bidang pelayanan publik, Polda Jambi juga menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya layanan call center kepolisian melalui nomor 110.
Krisno menyampaikan, Polda Jambi siap membantu penanganan korban bencana alam dengan bekerja sama bersama BNPB dan Basarnas dalam upaya mitigasi dan antisipasi. Selain itu, Polda Jambi juga telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di bidang lalu lintas, pada pelaksanaan Operasi Patuh tahun ini, Ditlantas Polda Jambi lebih banyak memberikan teguran kepada pelanggar dibandingkan penindakan, sesuai dengan pola operasi yang diterapkan.
“Kami Polri tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat dimana Polri harus menjadi pelindung dan pengayom,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolda Jambi menegaskan kesiapan institusinya untuk menerima kritik dan masukan dari berbagai pihak sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami dari Polda Jambi siap menerima masukan dan kritisi dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri kedepannya,” katanya.
Rilis akhir tahun tersebut turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim serta para pejabat utama Polda Jambi. (Arn)




Tinggalkan Balasan