“Kalah dan menang itu hal biasa. Yang terpenting ke depan bagaimana kejuaraan tahunan ini mampu menciptakan pemain-pemain muda berbakat. Sepanjang turnamen ini, kita melihat banyak talenta muda Jambi yang memiliki potensi besar,” harapnya.
Dengan mengusung jargon Menang, Solid, dan Bahagia, target juara yang dicanangkan FC Koja sejak awal turnamen akhirnya berhasil diwujudkan.
“Dengan komposisi pemain yang kami miliki, sejak awal kami optimistis bisa meraih hasil optimal di Gubernur Cup tahun ini. Namun hal itu tidak kami jadikan beban, melainkan motivasi bagi para pemain,” ujar Maulana.
Hal senada juga disampaikan Manajer FC Koja, Diza Hazra Aljosha. Ia mengaku bangga atas pencapaian yang diraih tim kebanggaan Kota Jambi tersebut.
“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bangga. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, serta saya sebagai manajer, akhirnya prestasi yang telah lama dinantikan berhasil diraih tahun ini,” ucap Diza.
Kemenangan ini menjadi momen istimewa bagi Kota Jambi, yang terakhir kali mengangkat trofi Gubernur Cup pada tahun 2022. Selain itu, gelar juara kali ini juga mencatat sejarah tersendiri karena diraih di Stadion Swarna Bhumi Pijoan, yang untuk pertama kalinya menjadi venue final Gubernur Cup.
Melalui hasil ini, Kota Jambi kembali menegaskan statusnya sebagai ibu kota Provinsi Jambi. Di bawah kepemimpinan Maulana–Diza, Kota Jambi berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, sekaligus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kota Jambi untuk berprestasi lebih baik di masa mendatang. (*)




Tinggalkan Balasan