Gubernur Al Haris kembali menegaskan bahwa salah satu dampak positif dari perlombaan pacu perahu adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan Sungai Batanghari.

“Kita berharap multiplier effect dari perlombaan pacu perahu ini adalah meningkatnya aktivitas di Sungai Batanghari, sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai dan tidak lagi menjadikan Sungai Batanghari sebagai MCK. Di samping itu, kita terus mengampanyekan kebersihan sungai dan mengembalikan fungsi Sungai Batanghari sebagai pusat perekonomian masyarakat seperti dahulu,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Sungai Batanghari untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Saat ini kita sudah mulai hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah ke Sungai Batanghari serta tidak lagi menggunakan MCK di sungai, agar lingkungan dan Sungai Batanghari kembali bersih seperti dahulu,” ajaknya.

Baca juga:  Walikota Jambi Bakal Sulap Eks Pasar Talang Banjar Jadi Gedung Diorama Budaya dan Pusat Ekonomi Kreatif

“Kita juga terus mengampanyekan agar tidak lagi membuang sampah ke sungai, termasuk MCK. Kita ingin sungai kita bersih dan masyarakat bisa hidup sehat,” tegas Gubernur Al Haris.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Lomba Pacu Perahu dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Jambi, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan olahraga pacu perahu di Provinsi Jambi.

“Selain untuk pengembangan minat dan prestasi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mendukung sektor pariwisata di Provinsi Jambi. Saat ini kita memperlombakan perahu tradisional tipe A dan tipe B. Lomba pacu perahu tradisional ini perlu terus dipertahankan,” ujarnya.

Abdul Rasyid menambahkan, saat ini pihaknya memiliki sekitar 50 unit perahu tradisional, namun tidak seluruhnya dapat diperlombakan karena keterbatasan anggaran.

Baca juga:  Audiensi dengan Menkes, Gubernur Al Haris Dorong Pemerataan dan Penguatan Layanan Kesehatan Daerah

“Satu perahu tipe A membutuhkan anggaran sekitar Rp5 juta untuk perlengkapan peserta, sedangkan tipe B sekitar Rp8 juta. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan sponsor atau donatur dari para pengusaha maupun pejabat di Provinsi Jambi agar pelaksanaan pacu perahu dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi yang telah menjadi sponsor klub Putih pada pelaksanaan lomba kali ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi yang telah menjadi sponsor. Ke depan, kami berharap ada dukungan sponsor dari berbagai pihak agar olahraga pacu perahu di Provinsi Jambi semakin berkembang, mengingat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Maulana Tancap Gas: Baru Pulang dari LEMHANAS RI, Langsung Tinjau Pembangunan Taman Banjuran Budayo Kota Jambi