“Maslan adalah sosok yang tepat dan mumpuni untuk menjadi pesaing Khalis. Beliau kader tangguh, punya pengalaman, dan harus diberi ruang serta kesempatan untuk maju di arena Musda kabupaten Tebo” ujar Jefri kepada TanyaFakta.co pada Senin, (2/2/2026).
Pernyataan ini kian menguatkan sinyal bahwa Musda Golkar Tebo tidak akan berjalan datar. Justru sebaliknya, pertarungan diprediksi berlangsung ketat dan penuh strategi, dengan masing-masing kubu mulai menyiapkan langkah-langkah taktis untuk mengamankan suara pemilik hak pilih.
Di satu sisi, kubu incumbent diyakini masih mengandalkan kekuatan struktur dan loyalitas kader lama. Di sisi lain, kubu penantang mulai membangun narasi perubahan, pemerataan kepemimpinan wilayah, serta regenerasi partai.
Jika tensi ini terus meningkat, Musda Golkar Kabupaten Tebo berpotensi menjadi arena pertarungan politik paling panas dalam sejarah internal Golkar Tebo.
Semua mata kini tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah dominasi Rimbo Bujang akan kembali bertahan, atau sejarah baru akan lahir dari tepian Sungai Batanghari? (*)




Tinggalkan Balasan