TANYAFAKTA.CO,JAKARTA – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus mempertegas posisinya sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia yang memimpin transisi energi baru terbarukan (EBT). Menyusul inisiasi proyek pertamanya di Simalungun, perusahaan kini bersiap melakukan ekspansi masif dengan membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) baru secara serentak yang akan mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Proyek strategis yang menggandeng PT Renikola sebagai mitra pelaksana ini diproyeksikan akan dimulai (groundbreaking) pada awal tahun 2027. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai terobosan teknologi pemanfaatan limbah dan juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penciptaan ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau Green Jobs.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Dorong Koperasi Merah Putih Cepat Beroperasi Agar Bisa Layani Masyarakat

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pembangunan 16 pabrik CBG ini merupakan bagian dari grand strategy perusahaan dalam mewujudkan sirkular ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, PalmCo tidak lagi hanya fokus pada produktivitas on-farm, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah dari setiap limbah yang dihasilkan.

“Pembangunan 16 pabrik CBG yang terintegrasi dengan 17 PKS kami ini adalah bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan menggandeng PT Renikola, kami mengonversi tantangan lingkungan menjadi peluang energi dan yang terpenting, peluang bagi tenaga kerja lokal,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta.

Baca juga:  Komisi VI DPR RI Tekankan ESG Jadi Kunci Daya Saing Perkebunan, Transformasi PTPN Mulai Tunjukkan Hasil

Dari Tinjowan Menuju Ekspansi Nasional

Langkah ekspansif ini merupakan eskalasi dari keberhasilan pilot project di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek tersebut, yang dikerjakan bersama PT reNIKOLA Primer Energi (anak usaha reNIKOLA), telah melakukan peletakan batu pertama pada 12 Agustus 2025 lalu.

Saat ini, proyek di Tinjowan tengah dalam tahap percepatan konstruksi dengan target penyelesaian selama 14 bulan, sehingga diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2026.

Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal Melalui Green Jobs

Jatmiko K. Santosa menyoroti bahwa dampak sosial dari proyek ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dampak lingkungan. Pembangunan infrastruktur energi hijau di 16 titik yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara dan Banten ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Baca juga:  Lagi Nyabu di Rumah, Pecatan Anggota Polri Ditangkap Satresnarkoba Polres Merangin

“Kami memproyeksikan adanya penyerapan tenaga kerja yang masif. Pada fase konstruksi saja, setiap titik pabrik membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja. Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” jelas Jatmiko.