“Kami menghimbau agar permasalahan ini segera diselesaikan agar tidak terjadi kembali kejadian serupa di wilayah Sungai Gelam,” tegasnya.
Selain itu, Fahri juga meminta agar aparat penegak hukum memberikan perlindungan maksimal kepada korban, baik dari segi keamanan maupun pendampingan psikologis, mengingat kasus dugaan pelecehan seksual kerap menimbulkan trauma mendalam bagi korban.
Ia menambahkan, lambannya penanganan laporan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap pihak kepolisian dapat menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik.
Ikatan Mahasiswa Sungai Gelam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, serta berani melaporkan setiap bentuk pelanggaran hukum demi terwujudnya keadilan dan ketertiban di Kabupaten Muaro Jambi. (*)




Tinggalkan Balasan