TANYAFAKTA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Tulus Lumbantoruan, menyambut baik dan mendukung penuh pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “Serakahnomics” sebagai musuh bersama bangsa. Istilah tersebut, menurut Tulus, merupakan diagnosis tepat atas praktik keserakahan yang masih mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia.

“Serakahnomics adalah sistem yang menjadikan keuntungan pribadi dan kelompok di atas kepentingan nasional. Ini bertentangan dengan jiwa Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara,” ujar Tulus dalam pernyataan tertulisnya.

Tulus menekankan bahwa pernyataan Presiden Prabowo tentang “tidak ada tempat bagi serakahnomics di sektor-sektor strategis” dan “ekonomi harus kembali ke rakyat” harus menjadi pedoman nyata bagi seluruh aparatur negara.

Baca juga:  Pastikan Investasi Pro Rakyat, Puluhan LSM Jambi Sepakat Bentuk Forum Pengawal Investasi

“Beberapa kasus nyata yang masih terjadi dan mencerminkan praktik Serakahnomics antara lain: Praktik mafia pangan berupa pengoplosan beras subsidi menjadi beras premium yang dijual di atas HET, penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi oleh oknum mafia, penyelewengan penyaluran bantuan sosial (bansos), termasuk komitmen nol toleransi terhadap korupsi dan pengawasan ketat,” papar Tulus.