Tulus mengingatkan para pejabat pemerintah, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk secara konsisten menerjemahkan komitmen Presiden ini dalam setiap kebijakan.

“Negara harus hadir mengawal pengelolaan sumber daya alam, cabang produksi vital, dan program sosial agar benar-benar memberikan kesejahteraan bagi rakyat, bukan hanya segelintir pihak. Jangan sampai diagnosis Presiden tentang Serakahnomics hanya menjadi retorika, tapi tidak diwujudkan dalam tindakan tegas,” tegasnya.

Menurut Tulus, GMNI sebagai organisasi mahasiswa nasionalis-Marhaenis akan terus mengawal agar visi Presiden tidak tergerus oleh kepentingan vested interest.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sia-sia jika rakyat kecil tetap terpinggirkan. Kami mendukung penuh upaya pemerintah mewujudkan ekonomi Pancasila yang berkeadilan dan berdaulat.”
GMNI mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya aparatur negara, untuk bersama-sama memerangi serakahnomics demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. (*)

Baca juga:  Hadiri Pelantikan KADIN Jambi, Sekda Sudirman Dorong Sinergi Pelaku Usaha dan Pemerintah Majukan Ekonomi