TANYAFAKTA.CO, PADANG –  Di tengah dinamika gerakan mahasiswa Kota Padang yang belakangan diwarnai perbedaan sikap dalam menyampaikan aspirasi, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Padang, Reza Sonta, mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk kembali merefleksikan nilai dasar yang selama ini menjadi ruh perjuangan bersama yakni persatuan dan kesatuan gerak mahasiswa dalam harmoni.

“Kita boleh berbeda cara. Satu memilih dialog, satu memilih turun ke jalan. Tapi yang tidak boleh kita biarkan adalah ketika perbedaan cara itu kemudian menjadi alasan untuk saling melemahkan, saling mencurigai, bahkan saling menyerang sesama mahasiswa. Itu bukan tradisi gerakan yang kita banggakan,” ujar Reza pada Sabtu, (20/6/2026).

Baca juga:  GMNI Jambi Ke Ivan Wirata Soal MBG : Biasakan Pakai Akal Sehat

Reza mengingatkan bahwa mahasiswa Kota Padang memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan moral yang disegani bukan karena seragamnya, bukan karena kerasnya teriakan, melainkan karena kemampuannya bersatu di atas kepentingan rakyat yang lebih besar dari sekadar kepentingan organisasi masing-masing.

“Padang punya tradisi gerakan mahasiswa yang kuat. Generasi sebelum kita mampu bersatu bukan karena mereka semua sepakat dalam segala hal, tapi karena mereka sepakat bahwa kepentingan masyarakat harus selalu lebih besar dari ego kelompok. Warisan itulah yang hari ini kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa perpecahan narasi di antara organisasi mahasiswa justru menjadi celah yang mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sejak awal tidak menginginkan gerakan mahasiswa tampil solid dan kritis. Ketika mahasiswa sibuk mempertanyakan legitimasi satu sama lain, isu-isu substantif yang menyentuh kehidupan masyarakat justru luput dari pengawalan yang serius.

Baca juga:  Survei Jambi TV: Maulana-Diza Sukses Menangkan Debat dengan 78 Persen, HAR-Guntur Hanya 22 Persen