“PPK Ormawa adalah agenda strategis nasional. Yang terpenting bukan hanya proposal, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memecahkan masalah dan bekerja bersama masyarakat desa agar ‘Kampus Berdampak’ benar-benar terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA, Fuad Muchlis, menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman terbaru terkait pelaksanaan program sekaligus meningkatkan capaian UNJA di tingkat nasional.

Ia menargetkan pada tahun 2026, sebanyak 80 persen proposal yang diajukan dapat lolos pendanaan, dengan minimal empat tim berhasil melaju ke ajang Abdidaya.

“Pada 2024 kita meloloskan 11 proposal, 2023 sebanyak 6 proposal, dan 2022 sebanyak 2 proposal. Namun pada 2025 hanya satu proposal yang lolos. Tahun ini kita harus bangkit kembali dengan target yang lebih tinggi,” jelasnya.

Baca juga:  ‎Sah, YPBJ Tunjuk Fadil Iskandar Jadi PJ Rektor Universitas Batanghari

Melalui kegiatan ini, UNJA berharap mahasiswa memiliki strategi yang matang untuk menghadapi seleksi nasional, sekaligus mampu mengulang prestasi di tahun-tahun sebelumnya. Semangat inovasi yang dibangun juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, khususnya di tingkat desa, sejalan dengan visi “Kampus Berdampak”. (*)